Gambar 1Ada yang ngga tahu apa itu tomcat? Pasti tahu semua ya, serangga kecil ini kan lagi heboh-hebohnya di Indonesia yang katanya si tomcat ini menyerang manusia terus bisa menyebabkan penyakit herpes pada manusia. Pasti pada liat diberita orang kena tomcat sampai kaya gimananya??? Nyereminkan ya kalo liat beritanya. Tapi bener ngga tuh beritanya?  Eh tapi tunggu dulu, sebelum kalian semua men-judge kalo si serangga kecil ini berbahaya buat manusia, teman-teman kami dari departemen Proteksi Tanaman sudah mengadakan kuliah umum tentang si tomcat ini dan mengupas tuntas tentang masalah yang lagi anget-angetnya nih di sekitaran Indonesia. Oleh karena itu, Departemen Proteksi Tanaman, (30/03/2012) kemarin sudah mengadakan kuliah umum gratis di Gedung Kuliah A Faperta IPBtentang tomcat untuk pelajar, mahasiswa, dan umum. Ngga disangka ternyata respon untuk acara ini sangat baik, sampai-sampai melebihi kapasitas loh pesertanya. Pembicara pada kuliah umum tentang tomcat ini adalah Dr. Ir. Purnama Hidayat, M.Sc (Aspek Bioekologi & Pengendalian Hama Terpadu) Pakar Serangga Dept. Proteksi Tanaman IPB dan dr. Mira Ikawati, SpKK sebagaiDokter Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin.

Gambar 3

Nah, kalian tahu ngga sih sebenarnya tomcat itu apa? Buat yang kemarin ikut kuliah umum pasti sudah mengertikan ya apa itu tomcat? ^^ Yup.. benar banget tomcat adalah kumbang Paederus fuscipes tergolong serangga predator yang makan pada serangga lain. Kumbang ini banyak dijumpai di sawah dan merupakan musuh alami dari hama-hama padi. “Dalam siklus hidupnya, kumbang tomcat ini pada siang hari aktif berjalan cepat menyusuri rumpun padi untuk mencari mangsanya yang berupa hama-hama padi, termasuk hama wereng cokelat.Tuh.. tahukan jadi tomcat ini bukan hama, melainkan musuh alami yang bertindak sebagai predator hama. Tomcat ini salah satu serangga predator yang termasuk dalam ordo Coleptera, famili Staphilinidae dan merupakan spesies Paederus fuscipes.Secara spesifikasi, tubuh kumbang ini ramping dan pada saat berjalan bagian belakang tubuhnya melengkung ke atas. Kumbang berukuran panjang 7 sampai 10 mm dan lebar 0,5 hingga 1,0 mm. Bagian kepala hewan ini berwarna hitam, sayap berwarna biru kehitaman dan hanya menutupi bagian depan tubuh. Bagian toraks dan abdomen berwarna oranye atau merah.Kumbang Paederus fuscipes berkembang biak di dalam tanah di tempat-tempat yang lembab, seperti di galangan sawah, tepi sungai, daerah berawa dan hutan. Telurnya diletakkan di dalam tanah, begitu pula larva dan pupanya hidup dalam tanah. Setelah dewasa (menjadi kumbang) barulah serangga ini keluar dari dalam tanah dan hidup pada tajuk tanaman.

Gambar 2

Selain itu,Tomcat disinyalir memiliki racun yang dikenali dengan nama “Aederin”, tetapi sebenarnya serangga kecil ini tidak memiliki racun yang dikeluarkan langsung oleh si serangga kecil ini. Selain itu, tomcat tidak menggigit dan tidak mengandung racun berlebih seperti yang diberitakan di media masa. Karena tomcat akan mengeluarkan cairan beracun apabila hinggap dikulit dan kita berusaha membunuh serangga tersebut. Namun racun tersebut berada di dalam tubuh serangga itu sendiri dan racun ini akan keluar apabila serangga ini dimatikan.Jadi, sudah tahukan racunnya itu yang mengenai manusia bisa saja karena si serangga kecil ini dimatikan dengan ditepuk seoerti mematikan nyamuk. Karena racunnya akan keluar sehingga si racun ini kontak langsung terhadap kulit manusia dan racunnya ini yang menyebabkan iritasi pada kulit.Cara pencegahan dan pengobatan racun tomcat apabila sudah terkena kulit, segera cuci dengan bersih menggunakan air sabun. Jangan panik jika terkena racunnya dan jangan digaruk. Karena jika digaruk akan menyebabkan iritasi menjadi lebih parah yang di akibatkan si racun menjadi menyebar. Segeralahke dokter untuk mendapatkan obat yang seuai. Apabila serangga tomcat hinggap dikulit sebaiknya kita cukup meniup atau membuang perlahan-lahan serangga tersebut.

Sekarang sudah mengertikan teman-teman^^. Oh iya katanya tomcat ini musuh alami tapi kok menyerang manusia?? Hal ini, bisa disebabkan karena lahan-lahan yang awalnya adalah sawah yang merupakan habitat tomcat ini telah beralih fungsi menjadi rumah-rumah sehingga habitat serangga ini terganggu. Sehingga tomcat ini bermigrasi hanya untuk mencari makan dan bukan untuk menyerang manusia. Bagaiman teman-teman sudah semakin pahamkan tentang siapa itu si tomcat?? Serangga yang katanya mengerikan tetapi ternyata serangga ini menguntungkan bagi petani. Jadi, untuk teman-teman sekalian jangan mudah terpengaruh langsung oleh berita-berita yang ada di media ya ^^. Tetapi lebih baik untuk mencari tahu terlebih dahulu tentang kebenaran berita tersebut. Semoga catatan ini bermanfaat bagi semua. Salam kami “Mahasiswa Proteksi Tanaman IPB”.

Share/Bookmark