Month: April 2014

Yeah! Insectaria!

Insectaria merupakan kegiatan goes to field bersama mahasiswa Departemen Proteksi Tanaman yang diselenggarakan oleh Himasita setiap tahunnya. Kegiatan ini meliputi pengamatan serangga di lapang dan sekaligus memfasilitasi mahasiswa untuk mencari serangga sebagai koleksi tugas praktikum mata kuliah Entomologi Umum. Jadi, untuk adik-adik angkatan 50, kegiatan ini sangat sayang jika dilewatkan. Selain itu, Insectaria juga merupakan ajang silaturahmi bagi mahasiswa PTN dari berbagai angkatan, khususnya bagi mahasiswa angkatan baru, karena dalam rangkaian kegiatan Insectaria juga terdapat pengenalan departemen, kegiatan-kegiatan keprofesian, club-club Himasita yang sangat bagi mahasiswa angakatan baru. Kegiatan ini juga dihadiri oleh dosen-dosen, alumni, dan kakak-kakak angkatan atas yang masih aktif, sehingga kita dapat saling berbagi pengalaman dan berbaur sebagai keluarga besar Departemen Proteksi Tanaman. Nah, buat semua PTNers, khususnya angkatan 50 don’t miss it this amazing event! Remember! It will be held :  Sabtu-Minggu, 19-20 April 2014 di Gunung Bunder. CP : Guruh (085210079930)

Salam Gregarious, Grow, and Goal! \(^_^)/

 

Share/Bookmark

Kreasi Entomology Club : Mini Insectarium

Entomology Club memiliki banyak program kerja dan kegiatan yang menarik minat mahasiswa. Baru-baru ini, E-Club merilis Mini Insectarium yang akan digunakan untuk pameran koleksi serangga di Ruang Baca. Mini Insectarium sudah direncanakan sejak akhir 2013 dan dapat terselesaikan di bulan Maret 2014 ini. Rencananya, mini insecatrium akan diisi dengan berbagai ordo dan famili serangga. Tujuan dari pembuatan mini insectarium ini agar mahasiswa PTN dapat menyalurkan hobi dan mewadahi kecintaan terhadap serangga. Selain itu, pengunjung Ruang Baca Departemen Proteksi Tanaman dapat tertarik dengan kehidupan dan ekologi serangga yang dicontohkan dengan mini insectarium ini.

IMG_20140402_131710

Saat ini, mini insecatrium belum diisi penuh, karena masih harus melalui tahap finishing. Sementara itu, anggota E-Club juga sudah mulai mencari serangga di sekitar kampus IPB untuk dijadikan koleksi dan isi dari mini insectarium tersebut. Kedepannya, mini insecatrium diharapkan dapat menjadi semangat dan motivasi bagi mahasiswa departemen proteksi tanaman maupun luar departemen dalam hal mempejari entomologi atau ilmu tentang serangga. Adanya mini insectarium ini, menjadi salah satu terobosan bahwa ilmu di Proteksi Tanaman tidak hanya dipelajari dari kuliah, text book, maupun praktikum semata.

Semoga Mini Insecatarium dapat terealisasi dengan baik dan bermanfaat bagi semua keluarga PTN. Usaha menjaga dan melestarikan, bukan menjadi tugas E-Club semata, namun juga seluruh warga Proteksi Tanaman :)

Selamat dan sukses E-Club Proteksi Tanaman.

IMG_20140402_131810

IMG_20140402_131826

UTS : Memaknai Ujian yang Sesungguhnya

uts

Awal April ini, akan menjadi waktu yang krusial bagi seluruh mahasiswa IPB khususnya Departemen Proteksi Tanaman karena pada tanggal 1-12 April 2014 akan dilaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) genap. Sudah siapkah kita?

Ujian seringkali menjadikan ego seseorang semakin tinggi. Ada beberapa tipe mahasiswa yang sangat unik ketika UTS dimulai dan hanya muncul saat periode ujian berlangsung. Beberapa mahasiswa memiliki keunikan seperti belajar sambil mendengarkan musik, belajar sambil makan, belajar sambil bermain, atau bahkan tidak belajar sama sekali. Whatever, itu adalah karakter masing-masing orang dan kita harus saling menghargai.

Beberapa hari terakhir, kegiatan “belajar bareng” yang dihimpun oleh Divisi Akpres HIMASITA mulai berjalan. Responsi diadakan untuk 5 matakuliah dengan rincian Rancangan Percobaan dan Pestisida dalam Proteksi Tanaman untuk PTN 48, Fisiologi Tumbuhan Dasar dan Mikrobiologi Dasar untuk PTN 49 dan Entomologi Umum untuk PTN 50. Kegiatan diikuti dengan cukup antusias oleh keluarga besar PTN. Semua mahasiswa belajar bersama-sama, meninggalkan sejenak rutinitas organisasi untuk mempersiapkan UTS. Tetapi, apakah belajar menjadi persiapan satu-satunya?

UTS, atau ujian pada umumnya, sering diorientasikan sebagai waktu untuk menyendiri, tidak keluar kosan, tidak main, tidak nonton, tidak mendengarkan musik, tidak smsan, dan ke-tidak-an lainnya yang menjadi rutinitas ketika tidak sedang ujian. Padahal, ketika kita menginginkan hidup wajar, kegiatan sehari-hari baik itu entertaining maupun kegiatan wajib harus tetap kita laksanakan secara seimbang, namun, perlu dikurangi porsi dari hal-hal yang berlebihan. Katakanlah ketika tidak sedang ujian, setiap akhir pekan pergi ke bioskop untuk menonton film terbaru. Apakah kegiatan itu harus dihilangkan sama sekali? Jawabannya relatif. Bila memang menonton adalah satu-satunya hiburan, maka silahkan saja dilakukan, asal penempatan porsinya benar. Kemudian, katakanlah ketika tidak sedang ujian mendengarkan musik sepanjang hari baik ketika di perjalanan menuju kampus maupun curi-curi ketika dosen menjelaskan, apakah harus dikurangi sama sekali? Tentu tidak karena bagi sebagian orang musik adalah hiburan yang tidak bisa diperoleh begitu saja.

Jangan sampai UTS membuat pribadi kita menjadi berubah menjadi egois. Ketika teman belum memiliki bahan-bahan ujian, hendaknya kita berbagi, saling membantu. Ketika teman merasa kesulitan memahami beberapa materi hendaknya kita membantu dan mengajari semampu dan sebisa kita. Jangan sampai kita menjadi orang lain, berubah menjadi dingin, menyepi, dan menyendiri ketika ujian, serta melupakan hal-hal penting seperti menjaga kesehatan, makan cukup dan berolahraga.

UTS bukanlah hantu yang akan menjadi momok menakutkan, UTS juga bukan dementor yang akan menyerap kebahagian, UTS juga bukan jurang  yang menganga lebar sehingga kita akan terperosok ke dalamnya. UTS, adalah cara kampus (atau lebih tepatnya cara Tuhan) menguji apakah kita bisa tetap menjadi diri sendiri ataukah kita akan berubah menjadi orang lain. UTS ditakdirkan untuk itu.

Banyak persiapan matang yang harus dilakukan sebelum UTS. Pertama, jangan sampai melupakan ridho dan doa orang tua, sehingga hal pertama yang harus dilakukan adalah menghubungi orang tua, bila keduanya masih sehat wal afiat, namun jika kedua orang tua atau salah satunya telah berpulang, maka yang paling patut adalah mendoakan beliau. Kedua, menjaga kesehatan tubuh, berolahraga teratur dan makan makanan bergizi serta minum yang cukup akan meningkatkan daya tahan tubuh kita dan menyokong kesiapan kita dalam menghadapi ujian. Terakhir, menyiapkan materi dan bahan untuk ujian serta cek perlengkapan ujian seperti alat tulis dan berkas-berkas ujian.

UTS sekali lagi, adalah bentuk ujian kehidupan yang harus dimaknai maksud dan tujuannya. Jangan sampai kita menajadi egois dalam berbagi ilmu, jangan sampai kita jatuh sakit karena belajar terlalu keras sehingga membuat keluarga khususnya orang tua khawatir. Selebihnya, jangan sampai pula, mempersiapkan dan mengerjakan UTS asal-asalan. Semua bentuk ujian dalam hidup ini, akan membuat kita menjadi peribadi yang lebih matang dan dewasa.

Selamat UTS semester genap! Semoga ilmu yang kita peroleh manfaat dunia akhirat aamiin :)

by : Trini N. Cahyani

HIMASITA 2014 : Kabinet LESTARI

IMG_8074

Tidak diketahui pasti, apa makna ataupun singkatan dari kata LESTARI itu sendiri bagi HIMASITA. Menurut sang Ketua Acep Muhamad, LESTARI dimaksudkan agar HIMASITA tahun ini dapat melesatarikan hal-hal baik yaitu tradisi keprofesian, apresiasi terhadap prestasi, dan meningkatkan kesejahteraan lingkungan Proteksi Tanaman. Kabinet LESTARI tidak menonjolkan tema-tema berlebihan, namun melakukan penekanan dan maksimalisasi terhadap program-program yang sesuai visi dan misi HIMASITA yang koheren dengan visi dan misi departemen Proteksi Tanaman.

Kegiatan-kegiatan yang digagas HIMASITA tahun ini akan difokuskan pada pengembangan skill keprofesian yang dapat menjadi bekal mengabdi ke masyarakat. HIMASITA mulai mengaktifkan lagi kegiatan-kegiatan turun ke lapang bersama Klinik Tanaman meskipun sebatas pemetaan serangan hama maupun gejala penyakit, namun hal ini diharapkan dapat meningkatkan ras percaya diri mahasiswa Proteksi Tanaman untuk terjun ke lapang.

Segi internal sendiri, HIMASITA tahun ini terus mengupayakan untuk mengadakan diskusi dengan senior dan kakak kelas di departemen. Melakukan komunikasi-komunikasi lintas departemen sangat diperlukan agar nantinya dapat meningkatkan rasa memiliki di departemen itu sendiri. Hubungan lintas angkatan terus diperbaiki guna mewujudkan sinergi dari keseluruhan angkatan. Usaha ini dilakukan dengan berbagai upaya seperti menyertakan seluruh angkatan dalam kegiatan Migratoria, kontingen atlet dan seniman untuk perlombaan di internal kampus, hingga pelaksanaan kegiatan bertaraf nasional seperti National Plant Protection Event (NPV). Semua kegiatan tersebut menyertakan seluruh angkatan sebagai upaya agar tercipta rasa kekeluargaan yang erat di departemen Proteksi Tanaman.

Begitu banyak kekurangan yang harus diselesaikan oleh kepengurusan tahun ini, namun sikap optimis harus tetap ditunjukkan sebagai bentuk luaran rasa percaya antar sesama teman. Karena, sebagaimana lidi yang tidak akan bermanfaat dengan hanya satu helai, begitu juga kepengurusan HIMASITA tahun ini, tidak akan berjalan dan berhasil bila hanya memanfaatkan peran dari satu sisi. Kerja keras harus ditunjukkan oleh pengurus, alumni, dosen, dan seluruh warga dan keluarga departemen Proteksi Tanaman.

Mari kita bekerja bersama-sama mewujudkan departemen Proteksi Tanaman yang profesional, prestatif, dan sejahtera. :)

Selamat berkarya!!

 

(by tr)

© 2017 HIMASITA IPB

Theme by Anders NorenUp ↑