Month: March 2016

Akademisi: Pertanian Indonesia Sarat Unsur Budaya

Foto bersama

“Membicarakan aktivitas pertanian sesungguhnya hal yang tidak terpisahkan dari kebudayaan.”

 

Itulah Statement dari Dr. Ir. Suryo Wiyono, MSc.Agr. selaku Kepala Departemen Proteksi Tanaman yang juga merupakan salah satu pembicara dalam acara Kajian Keprofesian I. Acara yang berlangsung pada Rabu (23/3) merupakan salah satu dari serangkaian acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor (Himasita IPB) Divisi Keprofesian yang mengambil tema “Akademisi: Pertanian Indonesia Sarat Unsur Budaya.”

Kajian keprofesian merupakan acara yang rutin diadakan oleh HIMASITA di bawah divisi keprofesian. Acara ini diadakan dengan tujuan menambah wawasan dari mahasiswa khususnya Proteksi Tanaman tentang pertanian secara luas. Kajian keprofesian ini selalu mengundang tokoh atau orang yang ahli dan kompeten di bidangnya. Kali ini kajian keprofesian menghadirkan Mohamad Sobary seorang budayawan. Selain itu juga dihadiri oleh kepala Departemen Proteksi Tanaman, Dr. Ir. Suryo Wiyono, MSC.Agr. dan beberapa dosen, seperti Bonjok Istiaji, SP.MSi., Dr. Ir. Widodo, MS., Dr. R. Yayi Munara Kusumah, MSi., Dr. Ir Ruly Anwar, MSi., dan Prof. Dr. Damayanti Buchori, MSc. Acara diselenggarakan outdour di Gedung Kuliah A (GKA) Fakultas Pertanian. Acara tersebut juga dihadiri lebih dari 100 orang civitas IPB, terkhususnya mahasiswa Fakultas Pertanian.

Materi yang disuguhkan oleh pembicara ternyata sangat menggugah pemikiran peserta hingga dapat memahami betapa pentingnya pertanian sebagai sarat unsur suatu kebudayaan. Aktivitas pertanian sesungguhnya sangat erat dengan kegiatan budaya. Unsur kebudayaan inilah yang kemudian menempatkan pertanian Indonesia sebagai kekuatan sekaligus pembeda dengan negara lain.

Dr. Ir. Suryo Wiyono, MSc.Agr. mengatakan bahwa kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan penting dilakukan bagi civitas akademika mengingat pentingnya pertanian yang tidak lepas dari kebudayaan. Dengan munculnya hal tersebut diharapkan kepeduliaan terhadap pembangunan pertanian kembali muncul.

Lantas bagaimana agar pembangunan pertanian menjadi lebih baik? Melihat hal tersebut  Mohamad Sobary selaku seorang budayawan mengatakan bahwa saat ini Indonesia tengah dihadapkan pada persoalan dimana penguasaan kapital yang tersentral pada sekelompok pihak dan kebijakan terstruktur terhadap kaum tani melemah. Untuk itu Sobari mengajak Akademisi dan Mahasiswa sama-sama bertanggungjawab terhadap hal ini. “Jangan sampai melayani tuntutan akademik semata tetapi juga ilmu yang dimiliki harus diarahkan untuk menuju kemaslahan.” Ujarnya.

Pemaparan oleh Bapak Mohammad Sobary

Share/Bookmark

KAJIAN KEPROFESIAN

CeMpI60UkAALJk0

Jangan lewatkan!
MALAM INI
Rabu, 23 Maret 2015
18.00-selesai
Koridor GKA Faperta

Pembicara:
Mohammad Sobari (Budayawan)

© 2017 HIMASITA IPB

Theme by Anders NorenUp ↑