National Plant Protection Event 2016

Synthetic Biology in Integrated Pest Management and Biosafety

 

Diselenggarakan oleh Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor

Jl. Kamper Kampus IPB Dramaga Bogor, 10-12 November 2016

 

 

National Plant Protection Event (NPV) 2016 merupakan salah satu program kerja divisi Keprofesian, Himpunan Mahasiswa Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, yang rutin diadakan setiap tahunnya. Pada tahun 2015 sempat berganti nama menjadi Fastival Perlindungan Tanaman. Kegiatan ini bertaraf nasional, dengan turut mengundang mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia yang memiliki fakultas pertanian, terkhusus program studi agroteknologi dan/atau hama penyakit tanaman. NPV 2016 ini dihadiri oleh beberapa mahasiswa delegadi yang berasal dari Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Jendral Soedirman, Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Hassanudin, dan tentunya mahasiswa delegasi Institut Pertanian Bogor. Kegiatan ini terdiri dari beberapa rangkaian acara, dimulai dengan welcome dinner yang dilakukan pada hari Rabu, 9 November 2016 untuk menyambut kehadiran mahasiswa delegasi dari berbagai daerah di kampus IPB Dramaga. Keseluruhan acara ini bisa terselenggara juga berkat beberapa pihak yang mensponsori, diantaranya PT. Dharma Guna Wibawa (DGW), PTPN 7, PT. Bayer, Wardah, Enotomology Club dan pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Kamis, 10 November 2016 diisi dengan kompetisi Lomba Cepat Tepat dan Esai. Lomba Cepat Tepat diikuti oleh masing-masing dua tim delegasi asal Universitas Brawijaya dan Institut Pertanian Bogor, serta masing-masing satu tim dari Universitas Gadjah Mada, Univeritas Jendral Soedirman dan Universitas Singaperbangsa Karawang. Lomba Cepat Tepat ini mengangkat tema Bioteknologi. Kompetisi ini dibagi dalam dua sesi, yaitu sesi penyisihan dan sesi final. Pada sesi penyisihan dibagi dalam 3 sesi. Sesi pertama merupakan penyisihan antara Univeritas Brawijaya 1 dan Univeritas Gadjah Mada, yang dimenangi oleh tim Universitas Gadjah Mada. Sesi kedua merupakan penyisihan antara Univeritas Brawijaya 2, Universitas Jendral Soedirman dan Institut Pertanian Bogor 1, sesi ini dimenangkan oleh tim Universitas Brawijaya 2. Sesi ketiga antara Institut Pertanian 2 dan Universitas Singaperbangsa Karawang, dimenangkan oleh tim Institut Pertanian Bogor 2. Pemilihan tim untuk tiap sesi penyisihan ini dilakukan dengan pengundian. Final antara tim Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya 2 dan Institut Pertanian Bogor 2 dimenangkan oleh tim dari Institut Pertanian Bogor 2 sebagai juara pertama, Universitas Brawijaya 2 sebagai juara kedua dan Universitas Gadjah Mada sebagai juara tiga.

Kompetisi esai yang dilakukan bersamaan dengan lomba cepat tepat juga berlangsung secara intens. Peserta berasal dari Universitas Hassanudin, dua orang peserta dari Universitas Brawijaya dan dua orang peserta dari Institut Pertanian Bogor. Kompetisi esai ini juga mengangkat tema tentang biologi sintetis, dimana sebelumnya peserta kompetisi esai ini mengirim esainya melalui email kepada panitia dan peserta terpilih, datang ke kampus IPB Dramaga untuk mempresentasikan esainya dan juga sebagai peserta delegasi dalam rangkaian acara NPV 2016 ini. Kompetisi esai ini dimenangkan oleh peserta dari Universitas Brawijaya sebagai juara satu dan dua, sedangkan juara ketiga diraih oleh peserta dari Universitas Hassanudin.

Kegiatan lain yang termasuk dalam rangkaian acara NPV 2016 ini adalah Expo, Campus and Company Tour, Focus Group Discussion (FGD) dan seminar nasional sebagai acara puncak. Expo tahun ini cukup unik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, karena panitia membuat stand yang terbuat dari bambu-bambu yang disusun menjadi seperti saung, yang sejak hari Kamis hingga Sabtu memamerkan specimen-spesimen dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan proteksi tanaman. Expo ini dapat dikunjungi oleh seluruh civitas IPB yang melalui lokasi didirikannya expo tersebut. Pada expo tersebut juga terdapat stand PT. DGW dan Wardah yang merupakan salah satu sponsor yang membantu terlaksananya kegiatan National Plant Protection Event 2016 ini. Kegiatan Campus and Company Tour dilakukan sejak pagi hari, dimulai dari kunjungan ke Agribussines Development Station (ADS). Para delegasi diberi kesempatan melihat teknik budidaya dan sistem agribisnis yang dijalankan oleh perusahaan tersebut. Setelah itu, dilanjutkan dengan mengelilingi kampus Institut Pertanian Bogor, Dramaga menggunakan mobil listrik dengan pemberhentian terakhir adalah gedung Andi Hakim Nasution yang diisi dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kenang-kenangan antara peserta delegasi dan panitia. Focus Group Discussion dilaksanakan sebanyak dua kali. Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang diskusi para peserta dengan panelis ahli yang disesuaikan dengan tema masing-masing FGD. Kegiatan FGD 1 dilakukan di camping ground Situgede. Malam itu peserta membahas mengenai ‘Dimana Petani Muda?’. Kegiatan ini dihadiri bintang tamu yaitu Akar Bambu, yang dengan lagu-lagunya tambah menghangatkan diskusi malam itu. Kegiatan FGD 2 dilakukan di koridor GKA, Fakultas Pertanian IPB dan mengambil tema kearifan lokal dan hubungannya dengan lingkungan. Panelis yang hadir pada kegiatan FGD ini adalah dosen Departemen Proteksi Tanaman, yaitu Bonjok Istiaji, SP., Dr. Ir. Widodo, MSc. dan Dr. Ir. R Yayi M Kusumah, MSc., dimoderatori oleh pak Wahyono, dan turut diisi oleh tamu undangan para panelis untuk melengkapi sesi diskusi pada kegiatan tersebut.

Seminar nasional NPV 2016 kali ini mengambil tema ”Synthetic Biologi in Integrated Pest Management and Biosafety”. Secara garis besar, seminar ini membahas mengenai perkembangan biologi sintetis dalam bidang perlindungan tanaman dan biosafety. Biologi sintetis merupakan ilmu rekayasa makhluk hidup, seperti bakteri, dengan menambah kemampuan mereka untuk melakukan dan dijadikan sesuatu. Disiplin ilmu yang terkait dengan biologi sintetis ini adalah bioteknologi, biologi evolusi, biologi molekuler, sistem biologi, biofisika, teknik elektro, dan editing gen. Usaha rekayasa genetic melalui biologi sintetis ini dapat menuntun pada hasil-hasil penciptaan tanaman bebas hama dan penyakit, serta pengendalian baru terhadap hama dan penyakit yang berkaitan dengan konsep pengendalian hama terpadu di masa depan. Namun kemajuan ini tentu mengandung resiko, baik terhadap lingkungan ekosistem pertanian maupun terhadap manusia sehingga perlu didakan kajian khusu untuk meningkatkan pengetahuan sebagai usaha biosafety dan kebijaksanaan terhadap penggunaan biologi sintetis kedepannya. Biosafety adalah suatu disiplin dalam penanganan dan sistem kontainmen terhadap mikroorganisme menular dan bahan biologi berbahaya. Biosafety juga dapat diartikan sebagai prinsip penyimpanan, teknologi dan praktek yang dilaksanakan dalam rangka melindungi pekerja laboratorium dari paparan bahan-bahan berbahaya potensial (patogen dan toksin) serta tidak mencemari lingkungan sekitarnya.

Tiga narasumber diskusi panel ini yaitu Prof. Dr. Ir. Sri Hendrastuti Hidayat, MSc. (Profesor Departemen Proteksi Tanaman bidang Fitopatologi dan Bioteknologi), Dr. Ir. I Made Samudra, MSc (Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Tanaman), dan Suyono, S.Si (Kepala Sub Bidang Keamanan Hayati Nabati Ekspor). Materi yang dipaparkan meliputi pemanfaatan bioteknologi dalam bidang pertanian, karantina tumbuhan sebagai salah satu bentuk biosafety dan perkembangan biologi sintetis di dunia.

Pengembangan mengenai biologi sintetis di masa depan diharapkan dapat menciptakan tanaman yang dapat meproduksi senyawa antikanker, tanaman yang tahan kekeringan dan tanaman yang efisien dalam penyerapan hara (pupuk). Biologi sintetis sendiri didukung oleh beberapa bidang ilmu, salah satunya adalah bioteknologi. Dalam hal ini, bioteknologi merupakan teknik untuk melakukan modifikasi asam nukleat secara in vitro, meliputi rekombinan DNA, dan fusi sel. Teknologi ini juga dapat mengatasi pemuliaan tradisional dalam hal mencari dan menyeleksi sifat-sifat yang diinginkan. Salah satu teknologi pertama yang muncul seiring dengan perkembangan biologi sintetis adalah CRISPR (Clustered Regularly Iterspaced Short Palindromic Repeats) yang dapat memodifikasi area target yang spesifik dalam genom sel dan organisme dengan pendekatan berdasarkan pada pengenalan DNA-protein.

Di sisi lain, keamanan bioteknologi modern telah berdampak terhadap munculnya teknologi rekayasa genetik. Kehadiran Produk Rekayasa Genetik (PRG) dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan makhluk hidup dan lingkungan. Beberapa resiko yang dianggap dapat mengancam adalah penyisipan gen sintetis dan produk gen baru yang berevolusi dapat menjadi racun atau imunogenik untuk manusia dan hewan. Pada dasarnya, Indonesia dapat menerima kehadiran produk-produk rekayasa genetika dengan prinsip kehati-hatian. Pengawasan terhadap produk-produk rekayasa ini merupakan salah satu tugas dari pusat karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati yang ada di Indonesia, yang tentunya merupakan salah satu bentuk upaya yang mendukung biosafety.

img_7712img_7789

Suasana pada saat welcome dinner NPV 2016

Suasana pada saat welcome dinner NPV 2016

 

Share/Bookmark