Date: 12 February 2018

KRS ONLINE B TELAH DIBUKA

4E5BF1AD-A7D6-4BEA-B40D-CB172AB79ED0

[KRS ONLINE B TELAH DIBUKA]

Hai sobat Protectors.

KRS Online telah kembali. Bagi kalian yang ingin mengubah jadwal, menambah ataupun membatalkan matkul, silakan lakukan penggantian jadwal di KRS Online B.

⏰ Periode KRS Online B akan berlangsung dari tanggal 12 Februari – 14 Februari 2018.

Semangat berjuang mengisi KRS B

———————————————–

F032/II/12/18
Divisi Informasi, Komunikasi, dan Jurnalistik
Kabinet Kembara
HIMASITA 2018
Instagram : @himasitaipb
Twitter : @himasita_ipb
Facebook : Himasita IPB
ID Line : @ama5091e
himasita.lk.ipb.ac.id
#ProteksiTanamanIPB
#GregariousGrowGoal
#HimasitaIPB
#KRSWARdatanglagi

Share/Bookmark

OPTK A1 PADA CABAI “Erwinia Chrysantemi”

 

DBA8F838-2A72-4AD7-98AC-FDD58AB7E817

[DR Tan Info]

Hallo protectors!

Karantina tanaman merupakan tindakan untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit tanaman. Akan tetapi, negara Indonesia sangat rentan dalam masalah penyakit tanaman ini, karena sebagian besar benih tanaman di Indonesia adalah impor. Akibatnya, baru-baru ini ditemukan penyakit tanaman golongan A1 dari tanaman cabai yang berasal dari Tiongkok ke Bogor, Jawa Barat.

Pak Widodo, kepala Klinik Tanaman Departemen Proteksi tanaman IPB, mengatakan, terus berlangsungnya impor benih baik melalui program pemerintah maupun perdagangan umum akan menjadi tantangan yang berat, karena penyakit yang sudah masuk di suatu negara sulit dihilangkan.

Sebelumnya, pihak imigrasi menangkap empat warga negara Tiongkok karena kedapatan berprofesi menjadi petani ilegal. Mereka menanam cabai di atas lahan seluas empat hektar di lahan daerah Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Berdasarkan hasil uji laboratorium yang diterbitkan oleh Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian, ternyata benih cabai yang ditanam positif mengandung bakteri “Erwinia chrysantemi” yang merupakan OPTK golongan A1 yang sekarang telah masuk ke Indonesia.

Sumber : ekonomi.kompas.com/read/2016/12/14/060713026/ipb.benih.cabai.impor.dari.china.rentan.penyakit.rugikan.petani.

———————————————–

F031/II/10/18
Divisi Informasi, Komunikasi dan Jurnalistik
Kabinet Kembara
HIMASITA 2018
Instagram : @himasitaipb
Twitter : @himasita_ipb
Facebook : Himasita IPB
ID Line : @ama5091e
himasita.lk.ipb.ac.id
#ProteksiTanamanIPB
#GregariousGrowGoal
#HimasitaIPB

PRESS RELEASE JAJANAN NUSANTARA

06AC132E-8EA8-4F66-8308-14AB97F9B658

[PRESS RELEASE JAJANAN NUSANTARA]

Senin (5/1) telah berlangsung kegiatan Jajanan Nusantara Himasita bertempat di Plaza Harmonia (Taman Saodik) dengan menghadirkan jajanan dari berbagai daerah di Indonesia yang dibawa oleh mahasiswa proteksi tanaman sebagai oleh-oleh dari daerah mereka masing-masing.
Kegiatan ini dimulai pukul 12:00. Setiap mahasiswa dapat mencicipi jajanan yang sudah tersedia, kemudian akan memberikan penilaian berupa bintang terhadap jajanan yang mereka suka.

———————————————–

E030/II/05/18
Divisi Internal
Kabinet Kembara
HIMASITA 2018
Instagram : @himasitaipb
Twitter : @himasita_ipb
Facebook : Himasita IPB
ID Line : @ama5091e
himasita.lk.ipb.ac.id

#HimasitaIPB

HARI LAHAN BASAH

AFD13A72-1D89-4F54-9204-B872ADD85C69[Hari Lahan Basah Sedunia]
Hello Protectors!

Tanggal 2 Februari kemarin diperingati sebagai Hari Lahan Basah Sedunia. Hari peringatan dimulai sejak 2 Februari 1971 dengan disepakatinya Konvensi Ramsar, yaitu suatu perjanjian internasional tentang lahan basah. Indonesia sendiri masuk menjadi anggot pada tahun 1991

Jadi, apa itu lahan basah?
Menurut Konvensi Ramsar, lahan basalah adalah ”Daerah-daerah rawa, payau, lahan gambut, dan perairan: alami atau buatan; tetap atau sementara; dengan air yang tergenang atau mengalir, tawar, payau atau asin; termasuk wilayah perairan laut yang kedalamannya tidak lebih dari enam meter pada waktu air surut”.

Pentingnya buat kita apa?
Banyak juga sih. Tema perayaan tahun ini adalah “Wetlands for a Sustainable Urban Future” untuk menyoroti pentingnya lahan basah untuk urbanisasi. Lahan basah perkotaan mensuplai kota dengan air dan merupakan lingkungan hijau. Lahan basah juga dapat menyerap air hujan berlebih sehingga dapat mencegah banjir atau bencana lain. Vegetasi yang ada berperan juga sebagai filter untuk limbah domestik dan industry.

Sayangnya, seiring berkembangya pembangunan, lahan basah seringkali disalahgunakan, misalnya menjadi tempat penimbunan limbah atau dikonversikan menjadi kegunaan lain. Padahal jika dimanfaatkan dengan baik, lahan basah dapat memberikan keuntungan ekonomis dan sosial bagi kota itu sendiri.

Nah, di bulan Oktober 2018 nanti aka ada penganugerahan untuk kota-kota yang memanajemen lahan basahnya dengan baik (Wetland City Accreditation). Ini merupakan yang pertama kalinya loh, semoga kota-kota Indonesia masuk ya!

Happy World Wetlands Day 2018!

Sumber:
https://indonesia.wetlands.org/id/acara/mangroves-ecosystems-in-indonesia-a-strategic-resource-for-a-local-sustainable-economy-and-adaptation-to-climate-change/
https://www.ramsar.org/news/wetlands-are-essential-for-a-sustainable-urban-future

———————————————–

E029/II/02/18
Divisi Sosial dan Lingkungan
Kabinet Kembara
HIMASITA 2018
Instagram : @himasitaipb
Twitter : @himasita_ipb
Facebook : Himasita IPB
ID Line : @ama5091e
himasita.lk.ipb.ac.id
#ProteksiTanamanIPB
#GregariousGrowGoal
#HimasitaIPB

HARI GIZI DAN MAKANAN

A11B6A23-1407-4F63-9913-11B02E7A3F5C

[HARI GIZI DAN MAKANAN] Continue reading

© 2018 HIMASITA IPB

Theme by Anders NorenUp ↑