05EDA4F5-01CB-402C-A767-B241D3EA42C0

[Dr. Tan Info]

Ada banyak hewan yang dapat “mencuri hati” kita, namun sepertinya kecoa bukan salah satu di antaranya.
Serangga berbentuk oval dan berwarna cokelat ini terkenal karena dapat hidup di tempat-tempat yang tidak ramah dan sulit untuk disingkirkan. Kini, para ilmuwan mendapat informasi tambahan mengapa kecoak begitu kuat dan dapat bertahan hidup dalam berbagai kondisi ekstrem.
Periset dari South China Normal University telah mengurutkan DNA kecoa. Temuan mereka kemudian diterbitkan dalam jurnal Nature Communications.
Para periset memulai dengan mengurutkan DNA beberapa spesies kecoa, dan menemukan bahwa kecoa Amerika, Periplaneta americana, memiliki salah satu urutan genom terbesar yang diketahui dari semua serangga, kedua setelah belalang.
DNA kecoa Australia dan kecoa smokybrown juga diurutkan, dan periset membandingkan semuanya dengan informasi genetik yang ada tentang kecoak Jerman dan rayap.
Mereka menemukan bahwa secara genetik, kecoa Amerika lebih mirip dengan beberapa spesies rayap dibanding dengan beberapa spesies kecoa lainnya.
Temuan ini mendukung penelitian sebelumnya yang menyimpulkan bahwa rayap lebih mirip kecoa daripada yang kita sadari, hanya saja mereka lebih sosial. Bahkan, rayap dipindahkan ke dalam ordo kecoa Blattodea oleh Entomological Society of America.
Dalam studi ini, para ilmuwan juga menemukan bahwa kecoa memiliki serangkaian gen unik yang memungkinkan mereka berkembang hampir di mana saja.
Misalnya, kecoa Amerika memiliki indera penciuman yang sangat luar biasa tajam. Para peneliti menemukan bahwa kecoa Amerika memiliki reseptor penciuman hampir dua kali lebih banyak dibanding serangga lainnya.
“Reseptor penciuman yang lebih banyak ini dapat membantu P. americana untuk lebih mudah mendekteksi jejak (bau) makanan, terutama makanan yang difermentasi, karena itulah yang lebih disukai kecoa Amerika,” demikian pernyataan dalam laporan penelitian tersebut.
Ketika para peneliti mencari reseptor pengecap, mereka menemukan bahwa spesies kecoa memiliki lebih dari 500. Kemampuan untuk menahan diet yang lebih bervariasi dapat menjadi salah satu fitur yang membantu serangga tersebut beradaptasi, para peneliti berhipotesis.
Para ilmuwan kemudian meneliti bagaimana kecoa dapat bertahan dengan baik di lingkungan perkotaan. Mereka menemukan bahwa serangga tersebut memiliki beberapa gen yang memungkinkan mereka bertahan di lingkungan beracun. Kecoa Amerika memiliki lebih banyak enzim untuk mengurai racun dan memperkuat sistem imun.
Terakhir, dan paling mengesankan, karakteristik yang ditemukan periset pada DNA kecoa ialah gen yang bertanggung jawab menumbuhkan kembali anggota tubuh yang rusak.
Para peneliti mengamputasi tungkai kecoa secara sistematis, dan menemukan bahwa serangga itu sering kali dapat menumbuhkan kembali tungkai mereka, tergantung pada tingkat keparahan luka. Gen pada DNA kecoa Amerika mendorong penyembuhan luka dan pertumbuhan kembali jaringan.
Tahap selanjutnya, para periset akan meneliti bagaimana kecoa dapat menumbuhkan kembali jaringan tubuh baru, temuan yang dapat memiliki implikasi medis di masa depan.
http://nationalgeographic.grid.id/read/13309816/kecoak-memang-makhluk-yang-kuat-dan-ajaib-dna-mereka-membuktikannya

———————————————–



 

F107/V/13/18
Divisi Informasi, Komunikasi, dan Jurnalistik
Kabinet Kembara
HIMASITA 2018
Instagram : @himasitaipb
Twitter : @himasita_ipb
Facebook : Himasita IPB
ID Line : @ama5091e
himasita.lk.ipb.ac.id
#ProteksiTanamanIPB
#GregariousGrowGoal
#HimasitaIPB

Share/Bookmark