myhome

[KRIDA PERTANIAN KE 46]

Kembali ke akhir abad ke-IX diperkenalkan apa yang disebut “Pranata Mangsa”, yaitu cara pembagian musim dalam 12 musim yang diuraikan secara lengkap antara lain meliputi hujan, angin, serangga, penyakit, dan sebagainya, dimana tanggal 21 Juni merupakan permulaan musim ke-I, awal dari siklus 12 musim Pranata Mangsa.

Berdasarkan segi Astronomi tanggal 21 Juni merupakan saat dimana matahari yang memberikan tenaga kehidupan bagi tumbuhan, hewan dan manusia, berada pada garis balik utara (23,50 lintang utara) dimana pada saat itu terjadi pergantian iklim yang seirama dengan perubahan – perubahan usaha kegiatan pertanian. Hal inilah yang menjadi dasar pertimbangan ditetapkannya Hari Krida Pertanian pada tanggal 21 Juni 2018. Hari Krida Pertanian senantiasa diperingati oleh masyarakat pertanian yaitu para petani, peternak, pegawai, dan pengusaha yang bergerak di sektor pertanian.

Hari Krida Pertanian pada hakekatnya merupakan hari bersyukur, pada hari tersebut masyarakat pertanian menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan nikmat yang dilimpahkan-Nya berupa kekayaan alam yang melimpah. Hari Krida Pertanian juga merupakan hari berbangga hati dan sekaligus hari mawas diri serta hari dharma bhakti bagi kita bangsa Indonesia.

Sumber : http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/arti-dan-tujuan-hari-krida-pertanian-setiap-tanggal-21-juni/

__________________________________________
E119/VI/21/18
Divisi Sosial dan Lingkungan
Kabinet Kembara
HIMASITA 2018
Instagram : @himasitaipb
Twitter : @himasita_ipb
Facebook : Himasita IPB
ID Line : @ama5091e

Share/Bookmark