Month: July 2018 (page 1 of 2)

[HARI INTERNASIONAL UNTUK KONSERVASI EKOSISTEM MANGROVE]

myhome_20

[HARI INTERNASIONAL UNTUK KONSERVASI EKOSISTEM MANGROVE]
Tanggal 26 Juli adalah Hari Internasional untuk Konservasi Ekosistem Mangrove (International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem). Hal ini mengacu pada diadopsinya proklamasi oleh KonferensiUmum (General Conference) badan PBB untuk pendidikan UNESCO pada 6 November 2015.

UNESCO mempertimbangkan mangrove adalah ekosistem unik, spesial, dan rentan. Kehadiran, biomassa, dan produktivitas mangrove sangat penting bagi kelangsungan hidup umat manusia.

Ekosistem mangrove sangat penting karena berbagai manfaat dan fungsinya. Kelangsungan hidupnya sangat terancam akibat kenaikan permukaan air laut, serta semakin langka dan terancam punahnya keanekaragaman hayati di dalamnya. Bumi dan kemanusiaan akan sangat merugi jika ekosistem tersebut sampai musnah.

Sumber : http://www.republika.co.id
__________________________________________

E131/VII/26/18
Divisi Sosial dan Lingkungan
Kabinet Kembara
HIMASITA 2018
Instagram : @himasitaipb
Twitter : @himasita_ipb
Facebook : Himasita IPB
ID Line : @ama5091e

Share/Bookmark

[PRESS RELEASE WISUDA]

myhome_21 myhome_22 myhome_23

[PRESS RELEASE WISUDA]

Rabu (25/7) telah berlangsung acara pelepasan wisudawan/wati. Terhitung sebanyak 19 mahasiswa Dept. Proteksi Tanaman yang terdiri atas 12 wisudawan program sarjana dan 7 wisudawan program pascasarjana telah mengikuti prosesi pelepasan wisudawan yang diadakan oleh departemen. Acara ini dilaksanakan di sepanjang Koridor GKA.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh Dr. Ir. Suryo Wiyono MSc.Agr selaku ketua Departemen dan dilanjutkan dengan pengenalan para dosen pembimbing. Acara berlanjut dengan penyerahan cendera mata, dan ditutup dengan segmen foto bersama.

———————————————–

F132/VII/31/18
Divisi Informasi, Komunikasi, dan Jurnalistik
Kabinet Kembara
HIMASITA 2018
Instagram : @himasitaipb
Twitter : @himasita_ipb
Facebook : Himasita IPB
ID Line : @ama5091e
himasita.lk.ipb.ac.id
#ProteksiTanamanIPB
#GregariousGrowGoal
#HimasitaIPB

[PROTECTORS GRADUATION ]

myhome_16 myhome_17 myhome_18 myhome_19

[PROTECTORS GRADUATION ]

Happy Wednesday, Protectors!

Hari yang cerah telah menyambut kebahagiaan abang dan kakak kita yang hari ini wisuda. Yeay!

H a p p y G r a d u a t i o n

Untuk itu mari kita datang dan rayakan bersama acara wisuda abang dan kakak kita.

Hari/tanggal : Rabu, 25 Juli 2018
⏰ Waktu : 13.00 WIB – selesai
Tempat : Koridor GKA

So, jangan lupa ramaikan yaa
_________________________________

Graduation is an exciting time. It’s both an ending and a beginning; it’s warm memories of the past and big dreams for the future.

———————————————–

F131/VII/25/18
Divisi Informasi, Komunikasi, dan Jurnalistik
Kabinet Kembara
HIMASITA 2018
Instagram : @himasitaipb
Twitter : @himasita_ipb
Facebook : Himasita IPB
ID Line : @ama5091e
himasita.lk.ipb.ac.id
#ProteksiTanamanIPB
#GregariousGrowGoal
#HimasitaIPB
#ptnwisudalagi

[PRESS RELEASE : Monev Eksternal IPB]

myhome_12 myhome_13 myhome_14 myhome_15

[PRESS RELEASE : Monev Eksternal IPB]

Dalam rangka mengetahui perkembangan kemajuan dan memantau hasil kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Selasa (17/7) telah diselenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Eksternal di gedung Common Class Room (CCR). Dalam kegiatan Monev Eksternal 2018, Departemen Proteksi Tanaman mengirimkan lima tim PKM terbaiknya yang sehari sebelumnya telah diberikan pelatihan oleh departemen untuk mengikuti acara tersebut.
__________________________________________

D130/VII/24/18
Divisi Akademik dan Prestasi
Kabinet Kembara
HIMASITA 2018
Instagram : @himasitaipb
Twitter : @himasita_ipb
Facebook : Himasita IPB
ID Line : @ama5091e

[DR. Tan Info]

myhome_11

[DR. Tan Info]

Selamat malam, Protectors!

Taukah kamu? Para ilmuwan sedang berusaha menyelamatkan pisang dari penyakit tropis yang mengancam tanaman tersebut di seluruh dunia. Penyakit Panama, sejenis infeksi jamur yang menyerang tanah dan menyebabkan kematian pada tanaman pisang, sedang menyebar di seluruh Afrika dan Asia. Jika penyakit ini sampai ke Amerika Selatan yang merupakan pemasok pisang terbesar di dunia, ilmuwan takut hal itu dapat mengakhiri nasib si buah kuning.

Meski begitu, harapan masih tersimpan di hutan Madagaskar, habitat pisang liar yang mungkin bisa meyelamatkan spesies ini dari kepunahan. Pisang Madagaskar, buah yang tidak dapat dimakan karena memiliki biji besar di tengahnya, bagaimana pun juga kebal terhadap penyakit Panama yang mematikan tersebut. “Pisang Madagaskar tidak memiliki Panama di dalamnya, jadi mungkin ia memiliki sifat genetik untuk melawan penyakit tersebut,” kata Richard Allen, ahli konservasi di Kew Royal Botanic Gardens di Inggris.

Masalahnya adalah: hanya ada lima pohon pisang dewasa yang ada di Madagaskar.

Hélène Ralimanana, manajer tim Kew Madagascar Conservation Centre, mengatakan bahwa penting untuk meneliti susunan pisang Madagaskar. Ini dilakukan untuk mencari tahu gen apa yang membuatnya terlindung dari penyakit Panama. “Penting untuk melestarikan pisang liar Madagaskar ini karena ia memiliki biji besar yang dapat memberikan kesempatan untuk mengetahui gen penangkal Panama. Jika itu berhasil, maka budidaya pisang bisa ditingkatkan,” papar Ralimanana kepada BBC.

Untuk sekarang, Anda mungkin masih bisa menemukan pisang di pasar atau supermarket. Namun, jika penyakit Panama menyebar sebelum peneliti berhasil membiakkan buah tersebut, maka pisang Cavendish yang terkenal akan sulit ditemukan. Bahkan, buah ini bisa hilang selama-lamanya.

Sumber : http://nationalgeographic.grid.id/read/13895508/penyakit-panama-menyebar-pohon-dan-buah-pisang-terancam-punah
__________________________________________

F129/VII/16/18
Divisi Informasi, Komunikasi, dan Jurnalistik
Kabinet Kembara
HIMASITA 2018
Instagram : @himasitaipb
Twitter : @himasita_ipb
Facebook : Himasita IPB
ID Line : @ama5091e

Older posts

© 2018 HIMASITA IPB

Theme by Anders NorenUp ↑