myhome_34

[DR. Tan Info ]

Jenis ulat yang telah menghancurkan tanaman di sepanjang Afrika, kini terdeteksi di Asia. Keberadaan ulat ini bisa menjadi ancaman bagi keamanan pangan.
Ulat grayak (Spodoptera frugiperda) berhasil diidentifikasi oleh Ilmuwan dari Indian Council of Agricultural Research di Chikkaballapur, Karnataka, India. Ini pertama kalinya ulat grayak ditemukan di Asia. Menurut Centre for Agriculture and Biosciences International (CABI), hama tersebut bisa memakan lebih dari 180 spesies tanaman, seperti jagung, beras, kapas, dan tebu.

Ulat grayak pertama kali terdeteksi di Afrika pada 2016 lalu. Sejak saat itu, mereka telah menyebar ke lebih dari 40 negara di benua Afrika. Menyebabkan kerusakan masif pada lahan jagung, tanaman pokok yang penting untuk ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Spodoptera frugiperda sering menghancurkan tanaman muda: menyerang titik tumbuh mereka. Sementara pada tanaman jagung yang lebih tua, ulat grayak akan masuk ke dalam dan menyerang pusatnya.

“Tindakan cepat diperlukan untuk mengatasinya karena ulat grayak memiliki potensi menyebar ke negara-negara Asia lainnya,” kata CABI dalam laporan di situs mereka.

Sumber : https://www.google.co.id/amp/nationalgeographic.grid.id/amp/13915611/peneliti-ulat-perusak-tanaman-di-afrika-kini-sudah-sampai-di-asia

———————————————–
F143/VIII/25/18
Divisi Komunikasi, Informasi, dan Jurnalistik
Kabinet Kembara
HIMASITA 2018
Instagram : @himasitaipb
Twitter : @himasita_ipb
Facebook : Himasita IPB
ID Line : @ama5091e
himasita.lk.ipb.ac.id
#ProteksiTanamanIPB
#GregariousGrowGoal
#HimasitaIPB

Share/Bookmark