Author: HIMASITA (page 2 of 16)

[PRESS RELEASE : AKPT 2018]

myhome_0 akpt 1 myhome

[PRESS RELEASE : AKPT 2018]
Telah dilaksanakan Kegiatan Aplikasi Keilmuan Proteksi Tanaman jilid 1 oleh Divisi Sosial Lingkungan Himasita pada tanggal 13 Mei 2018 yang bertempat di Desa Sukakaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Agenda AKPT jilid 1 adalah melakukan identifikasi OPT yang menjadi masalah bagi petani serta menjalin silaturahmi dengan petani yang ada di 4 RW desa Sukaluyu.
Kedepannya melalui program AKPT diharapkan mahasiswa Proteksi Tanaman IPB mempunyai wadah untuk mengatasi masalah OPT yang ada di Bogor dan sekitarnya

——————————————

E106/V/13/18
Divisi Sosial dan Lingkungan
Kabinet Kembara
HIMASITA 2018
Instagram : @himasitaipb
Twitter : @himasita_ipb
Facebook : Himasita IPB
ID Line : @ama5091e
himasita.lk.ipb.ac.id
#ProteksiTanamanIPB
#GregariousGrowGoal
#HimasitaIPB
#GeraiKonsultasi

Share/Bookmark

Departemen Proteksi Tanaman Beri Penghargaan Mahasiswa Berprestasi Melalui Night of Appreciation

fitooo

Departemen Proteksi Tanaman Beri Penghargaan Mahasiswa Berprestasi Melalui Night of Appreciation

Night of Appreciation (NoA) merupakan terobosan baru dari program kerja Kabinet Kembara Himasita 2018/2018 dimana pada acara ini bentuk apresiasi diberikan kepada mahasiswa Departemen Proteksi Tanaman yang telah membawa dan mengharumkan nama Proteksi Tanaman baik itu di bidang prestasi akademik maupun non akademik.

Acara ini telah berlangsung di Ruang Kelas GKA Departemen Proteksi Tanaman mulai pukul 19.30 hingga 22.00. Acara dimulai dengan tilawah yang disampaikan oleh Irvan Zidni mahasiswa Proteksi Tanaman angkatan 53, dilanjut dengan kata sambutan oleh Ketua Departemen, Dr. Ir. Suryo Wiyono, Msc.Agr. Sesi apresiasi dimulai dengan pemberian sertifikat oleh Dr. Ir. Suryo Wiyono, Msc.Agr kepada seluruh peraih prestasi di bidang lomba, pengabdian masyarakat, PKM, dan peraih IPK terbaik. Setelah diselingi oleh penampilan klub Kunang-Kunang sebagai komunitas mahasiswa seni Proteksi Tanaman, sesi apresiasi dilanjut dengan pemberian sertifikat oleh Dr. Ir. R. Yayi Munara Kusumah, M.Si selaku Komisi Kemahasiswaan kepada seluruh peraih prestasi di bidang olahraga dan seni ajang pertandingan dan perlombaan tingkat fakultas. Acara diakhiri dengan foto bersama dan penampilan penutupan oleh Kunang-Kunang.

“Ini sangat luar biasa, saya bahkan baru mengetahui ternyata banyak prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa Proteksi Tanaman. Acara ini menjadi ajang motivasi bagi saya untuk terus berprestasi. Harapannya akan ada apresiasi lagi di lain waktu,” ucap Ahmad Yusuf Ibrahim, salah satu pemenang LCC Universitas Gadjah  Mada.

“Menjadi bagian dari atlit Himasita itu menyenangkan. Banyak cobaan yang harus ditaklukkan terkhusus melawan ego untuk berjuang bersama. Terima kasih untuk Himasita yang sudah memberikan kepercayaan kepada semua atlit yang berjuang di ajang SeriAction 2018. Semoga ke depannya kita bisa berjaya dan semakin membangkitkan semangat juang para atlit,” ucap Regita Melba, salah satu atlit dan kontingen Proteksi Tanaman.

Affan Tegar Imani, selaku perwakilan klub Kunang-Kunang menuturkan, “Acaranya luar biasa. Acara seperti ini perlu dirutinkan untuk menambah semangat Protektor untuk berkarya. Saya menantikan kejutan konsep acara apresiasi ke depannya, intinya acara apresiasi perlu dilakukan secara rutin,”.

Terima kasih kepada seluruh mahasiswa Proteksi Tanaman peraih prestasi akademik dan non akademik. Jangan pernah merasa puas atas apa yang telah dicapai, tetap semangat untuk terus berkarya.

Author : Reni Fadlilah

05EDA4F5-01CB-402C-A767-B241D3EA42C0

[Dr. Tan Info]

Ada banyak hewan yang dapat “mencuri hati” kita, namun sepertinya kecoa bukan salah satu di antaranya.
Serangga berbentuk oval dan berwarna cokelat ini terkenal karena dapat hidup di tempat-tempat yang tidak ramah dan sulit untuk disingkirkan. Kini, para ilmuwan mendapat informasi tambahan mengapa kecoak begitu kuat dan dapat bertahan hidup dalam berbagai kondisi ekstrem.
Periset dari South China Normal University telah mengurutkan DNA kecoa. Temuan mereka kemudian diterbitkan dalam jurnal Nature Communications.
Para periset memulai dengan mengurutkan DNA beberapa spesies kecoa, dan menemukan bahwa kecoa Amerika, Periplaneta americana, memiliki salah satu urutan genom terbesar yang diketahui dari semua serangga, kedua setelah belalang.
DNA kecoa Australia dan kecoa smokybrown juga diurutkan, dan periset membandingkan semuanya dengan informasi genetik yang ada tentang kecoak Jerman dan rayap.
Mereka menemukan bahwa secara genetik, kecoa Amerika lebih mirip dengan beberapa spesies rayap dibanding dengan beberapa spesies kecoa lainnya.
Temuan ini mendukung penelitian sebelumnya yang menyimpulkan bahwa rayap lebih mirip kecoa daripada yang kita sadari, hanya saja mereka lebih sosial. Bahkan, rayap dipindahkan ke dalam ordo kecoa Blattodea oleh Entomological Society of America.
Dalam studi ini, para ilmuwan juga menemukan bahwa kecoa memiliki serangkaian gen unik yang memungkinkan mereka berkembang hampir di mana saja.
Misalnya, kecoa Amerika memiliki indera penciuman yang sangat luar biasa tajam. Para peneliti menemukan bahwa kecoa Amerika memiliki reseptor penciuman hampir dua kali lebih banyak dibanding serangga lainnya.
“Reseptor penciuman yang lebih banyak ini dapat membantu P. americana untuk lebih mudah mendekteksi jejak (bau) makanan, terutama makanan yang difermentasi, karena itulah yang lebih disukai kecoa Amerika,” demikian pernyataan dalam laporan penelitian tersebut.
Ketika para peneliti mencari reseptor pengecap, mereka menemukan bahwa spesies kecoa memiliki lebih dari 500. Kemampuan untuk menahan diet yang lebih bervariasi dapat menjadi salah satu fitur yang membantu serangga tersebut beradaptasi, para peneliti berhipotesis.
Para ilmuwan kemudian meneliti bagaimana kecoa dapat bertahan dengan baik di lingkungan perkotaan. Mereka menemukan bahwa serangga tersebut memiliki beberapa gen yang memungkinkan mereka bertahan di lingkungan beracun. Kecoa Amerika memiliki lebih banyak enzim untuk mengurai racun dan memperkuat sistem imun.
Terakhir, dan paling mengesankan, karakteristik yang ditemukan periset pada DNA kecoa ialah gen yang bertanggung jawab menumbuhkan kembali anggota tubuh yang rusak.
Para peneliti mengamputasi tungkai kecoa secara sistematis, dan menemukan bahwa serangga itu sering kali dapat menumbuhkan kembali tungkai mereka, tergantung pada tingkat keparahan luka. Gen pada DNA kecoa Amerika mendorong penyembuhan luka dan pertumbuhan kembali jaringan.
Tahap selanjutnya, para periset akan meneliti bagaimana kecoa dapat menumbuhkan kembali jaringan tubuh baru, temuan yang dapat memiliki implikasi medis di masa depan.
http://nationalgeographic.grid.id/read/13309816/kecoak-memang-makhluk-yang-kuat-dan-ajaib-dna-mereka-membuktikannya

———————————————–



 

F107/V/13/18
Divisi Informasi, Komunikasi, dan Jurnalistik
Kabinet Kembara
HIMASITA 2018
Instagram : @himasitaipb
Twitter : @himasita_ipb
Facebook : Himasita IPB
ID Line : @ama5091e
himasita.lk.ipb.ac.id
#ProteksiTanamanIPB
#GregariousGrowGoal
#HimasitaIPB

PRESTASI MAHASISWA : Proteksi Tanaman IPB Berjaya di ajang Fitofest 2018

myhome

Jogjakarta (Senin,2/5/18) sebanyak tiga tim delegasi Lomba Cerdas Cermat Departemen Proteksi Tanaman kembali mengharumkan nama IPB diajang Fitofest 2018 yang dilaksanakan Universitas Gadjah Mada. Tidak tanggung-tanggung, dua tim delegasi berhasil meraih juara 2 dan 3 diajang tersebut.

Delegasi yang berhasil mengharumkan nama IPB tersebut diantaranya Eka Dana Kristanto, Ucip Sumantoro, Regita Melba, Mellynda Septiana Sari, Fawwaz El Auly, Eva Miftahul Hasanah, Dewi Ernawati, Dwi Lestari dan Slamet Iman Taofik.

“Rasanya senang, dapat pengalaman dan teman-teman baru, menjadi juara berarti menumbuhkan semangat baru, bahwa masih banyak yang harus dipelajari” ujar Fawwaz.

“Alhamdulillah, saya masih tidak menyangka bisa menjadi juara di ajang bergengsi seperti itu, melawan berbagai tim dari mahasiswa proteksi tanaman di seluruh Indonesia sekaligus saling bertukar informasi, pengetahuan, dan pengalaman dengan teman2 baru rasanya sangat menyenangkan”  Ujar Mellynda Septiana Sari, salah satu delegasi yang berhasil meraih juara 2 LCC Fitofest.

Fitofest 2018 merupakan kegiatan yang dilaksanakan Ikatan Mahasiswa Hama dan Penyakit Tanaman  Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari beberapa rangkaian meliputi Lomba Cerdas Cermat, Expo, City and Company Tour dan RAKORNAS Himpunan Mahasiswa Perlindungan Tanaman Indonesia.

Tentu saja keberhasilan tim delegasi Lomba Cerdas Cermat tersebut tidak lepas dari bantuan dan bimbingan dari Departemen Proteksi Tanaman dan juga Divisi Akademik dan Prestasi HIMASITA IPB yang turut menjadi fasilitator dan memberikan bimbingan melalui program Klinik Prestasi.

Author: Dian Islamiah

 

[COMING SOON JPTI 2018]

myhome_1

[COMING SOON]

JPTI 2018
(Jambore Perlindungan Tanaman Indonesia 2018)

Narahubung:
Umar (082154236980)
Noni (085894767606)
For further information, please contact us.
OA line: @jca1925e
Instagram : jptiipb
——————————————

H104/V/12/18
Divisi Keprofesian
Kabinet Kembara
HIMASITA 2018
Instagram : @himasitaipb
Twitter : @himasita_ipb
Facebook : Himasita IPB
ID Line : @ama5091e
himasita.lk.ipb.ac.id
#ProteksiTanamanIPB
#GregariousGrowGoal
#HimasitaIPB
#jptiipb

Older posts Newer posts

© 2018 HIMASITA IPB

Theme by Anders NorenUp ↑