Category: Artikel (page 1 of 4)

[HARI BATIK NASIONAL]

myhome_52

[HARI BATIK NASIONAL]

Wear your Batik, Proud to be Indonesia.!!

Hari Batik Nasional adalah hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO

Segenap pengurus Himasita mengucapkan “Selamat Hari Batik Nasional”. Mari kita jaga warisan budaya Indonesia.
__________________________________________
F164/X/02/18
Divisi Informasi, Komunikasi, dan Jurnalistik
Kabinet Kembara
HIMASITA 2018
Instagram : @himasitaipb
Twitter : @himasita_ipb
Facebook : Himasita IPB
ID Line : @ama5091e

Share/Bookmark

[HARI KESAKTIAN PANCASILA]

myhome_50

[HARI KESAKTIAN PANCASILA]

Segenap pengurus Himasita mengucapkan “Selamat Hari Kesaktian Pancasila”. Mari kita bangun dan wujudkan bersama butir-butir dari Pancasila.

__________________________________________
F162/X/01/18
Divisi Informasi, Komunikasi, dan Jurnalistik
Kabinet Kembara
HIMASITA 2018
Instagram : @himasitaipb
Twitter : @himasita_ipb
Facebook : Himasita IPB
ID Line : @ama5091e

[DR. Tan Info]

myhome_48

[DR. Tan Info]

Selamat malam, Protectors!

Tahukah kamu apa itu penyakit speckle? Penyakit speckle daun pisang yang disebabkan oleh cendawan Cladosporium musae Mason. Merupakan salah satu penyakit bercak daun pisang yang telah tersebar di seluruh pertanaman pisang di dunia. Laporan menyebutkan bahwa penyakit speckle biasanya ditemukan pada daun-daun pertanaman pisang yang sudah tua yang ditanam di daerah tropika basah dan lembab.

Gejala daun pisang terserang penyakit speckle adalah munculnya bintik-bintik kecil berwarna coklat pucat pada permukaan daun atas yang terserang. Bintik-bintik kecil ini akan tampak jelas jika dilihat di bawah sinar matahari. Lama-kelamaan bintik-bintik ini membentuk garis yang akan bergabung membentuk luka-luka nekrotik. Luka-luka nekrotik ini akan bergabung satu sama lain membentuk becak-becak berwarna kuning kecoklatan yang akhirnya akan berubah menjadi caklat tua kehitaman.

Cara penyebaran penyakit speckle secara lokal ditularkan oleh konidia dengan batuan angin. Sementara itu, penyebaran dalam jarak jauh diduga melalui bahan tanaman dan angin yang membawa konidia penyakit.
Suatu hal yang sulit melakukan pengendalian penyakit speckle daun pisang. Hal ini dikarenakan penularan penyakit ini bisa melalui udara dimana sumber inokulum selalu tersedia di udara baik yang berasal dari kebun di dekatnya ataupun yang relatif jauh letaknya. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan baik secara kuratif maupun preventif.

Penggunaan fungisida untuk pengendalian penyakit ini harus didasarkan atas pertimbangan ekonomis serta kapan penyemprotan dilakukan (sebelum jantung keluar atau buah sudah ada dan mendekati masak) serta dampak negatif fungisida terhadapat lingkungan dan manusia. Di samping itu untuk skala kecil tidak akan menguntungkan mengingat mahalnya harga fungisida serta peralatan yang akan digunakan.

sumber : www.litbang.pertanian.go.id

———————————————–
F160/XI/29/18
Divisi Informasi, Komunikasi, dan Jurnalistik
Kabinet Kembara
HIMASITA 2018
Instagram : @himasitaipb
Twitter : @himasita_ipb
Facebook : Himasita IPB
ID Line : @ama5091e
himasita.lk.ipb.ac.id
#ProteksiTanamanIPB
#GregariousGrowGoal
#HimasitaIPB

[SELAMAT HARI TANI NASIONAL]

myhome_45

[SELAMAT HARI TANI NASIONAL]

“Serumpun padi tumbuh di sawah
Hijau menguning daunnya
Tumbuh di sawah penuh berlumpur
Di pangkuan ibu pertiwi

Serumpun jiwa suci
Hidupnya nista abadi
Serumpun padi mengandung janji
Harapan ibu pertiwi”

Kami segenap pengurus Himasita mengucapkan “Selamat Hari Tani Nasional”. Hari Tani Nasional harus diperingati segenap bangsa Indonesia dengan kegembiraan. Bahwa kita masih punya petani, bahwa kita harus selalu menyejahterakan petani. Keppres 169 tahun 1963 menjadi bukti pentingnya peran dan posisi petani di negeri ini.

Mari bekerja. Bergotong-royong. Demi pembaruan agraria sejati, demi kedaulatan pangan rakyat. Demi kesejahteraan petani.

——————————————-
“Soal pangan merupakan soal mati hidupnya suatu bangsa apabila kebutuhan pangan rakyat tidak dipenuhi maka ‘malapetaka’. Oleh karena itu, perlu usaha secara besar-besaran, radikal, dan revolusioner.” — Ir. Soekarno.
——————————————–

F157/XI/24/18
Divisi Informasi, Komunikasi, dan Jurnalistik
Kabinet Kembara
HIMASITA 2018
Instagram : @himasitaipb
Twitter : @himasita_ipb
Facebook : Himasita IPB
ID Line : @ama5091e
himasita.lk.ipb.ac.id
#ProteksiTanamanIPB
#GregariousGrowGoal
#HimasitaIPB
#HARITANINASIONAL

[DR. Tan Info]

myhome_44

[DR. Tan Info]

Hallo Protectors!

Nationalgeographic.co.id – Penelitian terbaru menyatakan, larva nyamuk yang menelan mikroplastik dapat menyebarkannya ke rantai makanan manusia.

Diketahui bahwa mikroplastik – potongan kecil plastik yang terpecah dari produk buatan manusia, seperti pakaian sintetis, ban mobil, dan lensa kontak – memenuhi lautan dunia saat ini.

Karena sulit dideteksi dan dikumpulkan, mikroplastik dapat menimbulkan masalah serius bagi hewan laut. Mereka juga diyakini menimbulkan risiko signifikan terhadap kesehatan manusia saat bergerak ke rantai makanan dan mencemari persediaan air.
Baru-baru ini, para peneliti dari University of Reading menyatakan bahwa mereka memiliki bukti yang menunjukkan bagaimana mikroplastik dapat masuk ke ekosistem kita melalui nyamuk dan serangga terbang lainnya.

Tim peneliti mengamati larva nyamuk yang menelan microbeads – jenis mikroplastik yang biasa ditemukan pada produk kosmetik – sebelum mengamati siklus kehidupanya.

Mereka menemukan fakta bahwa banyak sekali partikel plastik yang ditransfer ke nyamuk dewasa. Ini berarti, makhluk lain atau serangga di alam liar juga bisa memakan mikroplastik
Kita tahu bahwa pemakan serangga seperti burung, kelelawar, dan laba-laba, pada akhirnya menjadi mangsa binatang lain yang lebih besar. Jika nyamuk atau serangga di rantai makanan paling dasar membawa mikroplastik, maka itu akan menyebar ke hewan-hewan lainnya dan juga manusia.

“Ini merupakan jalur pencemaran baru yang tidak dipikirkan sebelumnya,” kata Callaghan.

Meskipun peneliti baru mengamati nyamuk tersebut di laboratorium, namun menurut Callaghan, proses penyebaran mikroplastik mungkin sudah terjadi di alam liar.

“Masalah ini sangat besar dan plastik yang sudah terlanjur ada di lingkungan akan bersama kita untuk waktu yang sangat lama,” pungkasnya.

——————————————–
F156/XI/23/18
Divisi Informasi, Komunikasi, dan Jurnalistik
Kabinet Kembara
HIMASITA 2018
Instagram : @himasitaipb
Twitter : @himasita_ipb
Facebook : Himasita IPB
ID Line : @ama5091e
himasita.lk.ipb.ac.id
#ProteksiTanamanIPB
#GregariousGrowGoal
#HimasitaIPB

Older posts

© 2018 HIMASITA IPB

Theme by Anders NorenUp ↑