Category: Opini

UTS : Memaknai Ujian yang Sesungguhnya

uts

Awal April ini, akan menjadi waktu yang krusial bagi seluruh mahasiswa IPB khususnya Departemen Proteksi Tanaman karena pada tanggal 1-12 April 2014 akan dilaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) genap. Sudah siapkah kita?

Ujian seringkali menjadikan ego seseorang semakin tinggi. Ada beberapa tipe mahasiswa yang sangat unik ketika UTS dimulai dan hanya muncul saat periode ujian berlangsung. Beberapa mahasiswa memiliki keunikan seperti belajar sambil mendengarkan musik, belajar sambil makan, belajar sambil bermain, atau bahkan tidak belajar sama sekali. Whatever, itu adalah karakter masing-masing orang dan kita harus saling menghargai.

Beberapa hari terakhir, kegiatan “belajar bareng” yang dihimpun oleh Divisi Akpres HIMASITA mulai berjalan. Responsi diadakan untuk 5 matakuliah dengan rincian Rancangan Percobaan dan Pestisida dalam Proteksi Tanaman untuk PTN 48, Fisiologi Tumbuhan Dasar dan Mikrobiologi Dasar untuk PTN 49 dan Entomologi Umum untuk PTN 50. Kegiatan diikuti dengan cukup antusias oleh keluarga besar PTN. Semua mahasiswa belajar bersama-sama, meninggalkan sejenak rutinitas organisasi untuk mempersiapkan UTS. Tetapi, apakah belajar menjadi persiapan satu-satunya?

UTS, atau ujian pada umumnya, sering diorientasikan sebagai waktu untuk menyendiri, tidak keluar kosan, tidak main, tidak nonton, tidak mendengarkan musik, tidak smsan, dan ke-tidak-an lainnya yang menjadi rutinitas ketika tidak sedang ujian. Padahal, ketika kita menginginkan hidup wajar, kegiatan sehari-hari baik itu entertaining maupun kegiatan wajib harus tetap kita laksanakan secara seimbang, namun, perlu dikurangi porsi dari hal-hal yang berlebihan. Katakanlah ketika tidak sedang ujian, setiap akhir pekan pergi ke bioskop untuk menonton film terbaru. Apakah kegiatan itu harus dihilangkan sama sekali? Jawabannya relatif. Bila memang menonton adalah satu-satunya hiburan, maka silahkan saja dilakukan, asal penempatan porsinya benar. Kemudian, katakanlah ketika tidak sedang ujian mendengarkan musik sepanjang hari baik ketika di perjalanan menuju kampus maupun curi-curi ketika dosen menjelaskan, apakah harus dikurangi sama sekali? Tentu tidak karena bagi sebagian orang musik adalah hiburan yang tidak bisa diperoleh begitu saja.

Jangan sampai UTS membuat pribadi kita menjadi berubah menjadi egois. Ketika teman belum memiliki bahan-bahan ujian, hendaknya kita berbagi, saling membantu. Ketika teman merasa kesulitan memahami beberapa materi hendaknya kita membantu dan mengajari semampu dan sebisa kita. Jangan sampai kita menjadi orang lain, berubah menjadi dingin, menyepi, dan menyendiri ketika ujian, serta melupakan hal-hal penting seperti menjaga kesehatan, makan cukup dan berolahraga.

UTS bukanlah hantu yang akan menjadi momok menakutkan, UTS juga bukan dementor yang akan menyerap kebahagian, UTS juga bukan jurang  yang menganga lebar sehingga kita akan terperosok ke dalamnya. UTS, adalah cara kampus (atau lebih tepatnya cara Tuhan) menguji apakah kita bisa tetap menjadi diri sendiri ataukah kita akan berubah menjadi orang lain. UTS ditakdirkan untuk itu.

Banyak persiapan matang yang harus dilakukan sebelum UTS. Pertama, jangan sampai melupakan ridho dan doa orang tua, sehingga hal pertama yang harus dilakukan adalah menghubungi orang tua, bila keduanya masih sehat wal afiat, namun jika kedua orang tua atau salah satunya telah berpulang, maka yang paling patut adalah mendoakan beliau. Kedua, menjaga kesehatan tubuh, berolahraga teratur dan makan makanan bergizi serta minum yang cukup akan meningkatkan daya tahan tubuh kita dan menyokong kesiapan kita dalam menghadapi ujian. Terakhir, menyiapkan materi dan bahan untuk ujian serta cek perlengkapan ujian seperti alat tulis dan berkas-berkas ujian.

UTS sekali lagi, adalah bentuk ujian kehidupan yang harus dimaknai maksud dan tujuannya. Jangan sampai kita menajadi egois dalam berbagi ilmu, jangan sampai kita jatuh sakit karena belajar terlalu keras sehingga membuat keluarga khususnya orang tua khawatir. Selebihnya, jangan sampai pula, mempersiapkan dan mengerjakan UTS asal-asalan. Semua bentuk ujian dalam hidup ini, akan membuat kita menjadi peribadi yang lebih matang dan dewasa.

Selamat UTS semester genap! Semoga ilmu yang kita peroleh manfaat dunia akhirat aamiin :)

by : Trini N. Cahyani

Share/Bookmark

ARTIKEL

Migrasi Kupu-kupu Raja

HARUN YAHYA

Beragam satwa yang kita saksikan di dunia ini hanyalah sedikit dari beragam keajaiban penciptaan yang ada di alam nan luas terbentang. Allah Yang Maha Pencipta melengkapi semua makhluk hidup di bumi dengan sifat-sifat khusus mereka yang sangat mengagumkan. Masing-masing dari mereka adalah bukti ke-Agung-an Allah Yang Maha Kuasa. Adalah sangat penting bagi setiap orang untuk mampu menyaksikan penciptaan yang menakjubkan di segenap penjuru jagat raya ini, beserta hikmah yang ada di dalamnya. Allah menghendaki kita agar berpikir tentang penciptaan dan mengambil pelajaran dari padanya. Dalam sebuah ayat Alquran, Allah Swt. Berfirman:

Katakanlah! Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Ankabuut [29]:20)

Terdapat jenis luar biasa yang hidup di Kanada bagian selatan. Dialah kupu-kupu raja. Setiap kupu-kupu raja, seperti halnya yang lain, hadir di dunia ini setelah melalui serangkaian perubahan bentuk secara sempurna.

Pertama, induk meletakkan telurnya di atas sehelai daun. Larva yang menetas dari telur ini kemudian memakan dedaunan untuk beberapa saat sebelum pada akhirnya berubah menjadi ulat. Masing-masing dari ulat-ulat tersebut kemudian membuat sarang yang disebut kepompong untuk diri mereka sendiri. Kepompong kupu-kupu raja adalah sebuah keajaiban desain. Ia menempel pada cabang pohon dengan cara bergantung pada sehelai benang sangat tipis tapi kuat. Ulat tumbuh berkembang dalam kepompong ini dan perlahan muncul sebagai makhluk baru yang sungguh indah dan menawan, yakni seekor kupu-kupu. Awalnya, sayap muda ini tampak kusut, berkerut dan lemah. Tapi sayap tersebut kemudian mengembang dan melebar setelah darah dipompakan kedalamnya. Kini kupu-kupu raja telah siap untuk terbang.
Terdapat perilaku menarik yang membedakan kupu-kupu raja dengan jenis lain. Dalam kurun waktu satu tahun, empat generasi kupu-kupu raja yang berbeda lahir. Tiga generasi pertama memiliki masa hidup sekitar lima hingga enam minggu. Akan tetapi, yang terlahir setelahnya, yakni generasi keempat, sangatlah berbeda. Generasi ini akan terus hidup hingga mereka telah selesai melakukan migrasi selama delapan bulan.

Migrasi dimulai dari pusat-pusat populasi kupu-kupu raja di Kanada bagian selatan menuju ke arah lebih selatan lagi. Sekelompok kupu-kupu raja pergi ke California, dan sekelompok lainnya lebih ke selatan lagi, yakni hingga Mexico. Yang menarik adalah, semua kupu-kupu raja bertemu satu sama lain di sepanjang perjalanan, seolah mereka telah menerima perintah yang sama dari satu sumber, dan kemudian bersama-sama melanjutkan perjalanan menuju ke tempat tujuan mereka. Permulaan migrasi kupu-kupu raja juga telah direncanakan berdasarkan acuan waktu yang sama. Mereka tidak memulai perjalanan pada sembarang hari, tapi pada satu hari tertentu di musim gugur, yaitu autumunal equinox, saat ketika siang dan malam memiliki panjang waktu yang sama.

Setelah terbang selama dua bulan, mereka akhirnya tiba di hutan-hutan yang hangat di selatan. Jutaan kupu-kupu raja menutupi pepohonan, dan selama empat bulan, dari Desember hingga Maret, mereka tinggal di tempat ini tanpa makan sesuatupun. Mereka mampu bertahan hidup dengan lemak yang tersimpan dalam tubuh dan hanya meminum air.

Mekarnya bunga-bunga di musim semi sangatlah berarti bagi kupu-kupu raja. Setelah menunggu selama empat bulan, mereka berpesta pora memakan nektar, yakni cairan manis yang dihasilkan bunga. Kini mereka telah menyimpan energi yang akan mereka perlukan ketika kembali ke bagian utara Amerika. Di akhir Maret, sebelum memulai perjalanan, mereka melakukan perkawinan. Pada hari itu, yakni spring equinox, saat siang dan malam mempunyai panjang waktu yang sama, koloni kupu-kupu raja memulai perjalanan mereka ke arah utara. Setelah menempuh perjalanan yang panjang, mereka akhirnya tiba di Kanada, dan tak lama kemudian mereka mati. Tapi, sebelum mati, mereka melahirkan generasi pertama tahun tersebut, yang akan hidup selama sekitar satu setengah bulan. Selanjutnya, lahirlah generasi kedua dan ketiga yang kemudian digantikan oleh generasi keempat yang juga akan memulai migrasi. Generasi ini akan hidup enam bulan lebih lama dari generasi lainnya, dan demikianlah, siklus kehidupan kupu-kupu raja ini terus berlanjut.

Pengembaraan menakjubkan ini memunculkan beragam pertanyaan menarik. Bagaimana setiap generasi keempat dilahirkan untuk hidup enam bulan lebih lama dari generasi pertama hingga ketiga? Bagaimana masa hidup generasi berumur panjang ini selalu bertepatan dengan saat musim dingin? Bagaimana mereka senantiasa memulai migrasi mereka pada hari ketika siang dan malam memiliki panjang waktu yang sama, dan bagaimana mereka mampu membuat perhitungan yang sangat tepat ini? Bagaimana generasi kupu-kupu raja yang baru lahir, yang sebelumnya tak pernah melakukan migrasi, mengenali jalur perjalanan mereka?

Semua ini menunjukkan bahwa kupu-kupu raja telah diciptakan lengkap dengan perencanaan migrasi mereka yang sempurna, dan mereka mematuhi perencanaan ini tanpa melakukan kesalahan sedikit pun. Jika terjadi kesalahan dalam perencanaan ini, mereka tidak akan mampu menyelesaikan migrasi. Dan jika ini yang terjadi, maka semua kupu-kupu raja akan mati di musim dingin, dan pada akhirnya spesies kupu-kupu raja akan punah. Jelaslah bahwa makhluk ini telah diciptakan dengan sifat khusus, dan migrasi tahunan yang luar biasa ini telah diilhamkan dalam diri mereka.

Adalah Allah, Tuhan langit dan bumi, Pencipta dan Penguasa segala sesuatu, Yang menciptakan makhluk yang menakjubkan ini dan memberikan ilham kepadanya. Binatang mungil yang perjalanan hidupnya kita pelajari ini telah membawa kita pada kesaksian atas kenyataan yang sangat penting: kebesaran Allah dan keagungan ciptaan-Nya tampak nyata di segenap penjuru alam ini, dan pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu. Allah menyatakan hal ini dalam ayat Alquran:

Sesungguhnya, Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahua-Nya meliputi segala sesuatu. (QS. Thaahaa [20]:98)

ACTIVITIES

  • Seminar Nasional

Hari/Tanggal     : Kamis, 25 Februari 2010

Waktu               : 08.00 – 12.30 WIB

Tempat              : Ruang Rapat Utama Rektorat UNIB

  • Forum Komunikasi dan Studi Ilmiah Mahasiswa Perlindungan Tanaman Indonesia ( FKSIMPTI )

Hari/Tanggal   : Kamis, 25 Februari 2010

Waktu             : 13.30 – 17.30 WIB

Tempat            : Ruang Rapat Utama Rektorat UNIB

  • Musyawarah Nasional Himpunan Mahasiswa Perlindungan Tanaman Indonesia (Munas HMPTI)

Hari/Tanggal   : Jum’at–Sabtu,26-27 Februari 2010

Tempat            : Balai Pelatihan Kesehatan Bengkulu

  • Field Trip

Hari/Tanggal   : Minggu, 28 Februari 2010

Tempat            : PT. Bio, Benteng Malborough, Rumah Bung Karno, Tapak Paderi.

  • Expo

Hari/Tanggal     :  Kamis, 25 Februari 2010

Waktu               : 08.00 – 16.00 WIB

Tempat            : Koridor Rektorat Universitas Bengkulu

© 2017 HIMASITA IPB

Theme by Anders NorenUp ↑