Category: Press Release (page 1 of 3)

Press Release ini berisikan tentang ulasan kegiatan HIMASITA

Press Release INAGURASI 2016

INAGURASI 2016

Metamorphosta ( Metamorph to The Perfect stadia)

 

Diselenggarakan oleh Auditorium Toyib Hadiwidjaya Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor

Jl. Kamper Kampus IPB Dramaga Bogor,  Selasa, 20 Desember 2016

 

Malam Inagurasi atau malam kebersamaan adalah salah satu rangkaian acara yang dilaksanakan Mahasiswa baru Departemen Proteksi Tanaman. Tahun ini, malam inagurasi dilaksanakan oleh mahasiswa baru angkatan 52 yang berlangsung pada tanggal 20 Desember 2016  di Auditorium Thoyib Hadiwijaya. Kegiatan Malam Inagurasi diketuai oleh Setiawan Jatmiko dengan mengangkat tema METAMORPHOSTA (Metamorph to The Perfect Stadia) dimana Metamorph merupakan fase perubahan, untuk mencapai fase yang lebih baik. Dengan diangkatnya tema tersebut diharapkan mahasiswa proteksi tanaman berubah kearah yang lebih baik untuk PTN yang lebih baik. Mahasiswa departemen proteksi tanaman yang hadir dari berbagai angkatan mulai dari alumni, 49, 50, dan 51.

Diawali dengan penampilan tari tradisional dan pencak silat dari angkatan 52 yang membuat pembukaan acara Malam Inagurasi terasa begitu meriah diikuti tepuk tangan para tamu undangan. Acara ini berlangsung dengan meriah, setiap angkatan menampilkan bakat seni yang dimiliki mulai dari kabaret, band, solovocal dan dance. Tak kalah seru, kegiatan ini memberikan awards dengan berbagai macam kategori kepada mahasiswa proteksi tanaman yang berhasil memenangkan voting terbanyak. Awards diberikan kepada

  1. Kholil Ma’ruf PTN 50 (Kategori Terlelap)
  2. Puspa Hariyanti PTN 52 (Karegori Terajin)
  3. Siti Anis PTN 52 (Kategori Terdiam)
  4. Riski Awaliyah PTN 52 (Kategori Terlucu)
  5. Dede K. H. PTN 52 (Kategori Tergabut)
  6. Windar Hidayati PTN 50 (Kategori Terhot)
  7. Jeki Putra PTN 51 (Kategori Tersabar)
  8. Luthfi Aldino PTN 51 (Kategori Terbaper)
  9. Ferri Setya Budi PTN 51 (Kategori Tergalau)
  10. Hugo Agelnityven PTN 52 (Kategori Terdangkal)

 

Tak lupa pula sambutan dari komisi kemahasiswaan dan disiplin Bapak Bonjok Istiaji, SP,M.Si. Terdapat pula pemberian wejangan berupa kesan pesan dari angkatan 49, 50, dan 51 kepada angkatan 52 yang berisi motivasi serta harapan mereka kepada mahasiswa baru angkatan 52 untuk kedepannya dapat membangun dan memajukan Proteksi Tanaman. Malam puncak Inagurasi ini ditutup dengan DJ performance yang dibawakan oleh angkatan 49.

1

2

3

4

5

6

 

 

 

 

 

Share/Bookmark

Press Release National Plant Protection Event 2016

National Plant Protection Event 2016

Synthetic Biology in Integrated Pest Management and Biosafety

 

Diselenggarakan oleh Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor

Jl. Kamper Kampus IPB Dramaga Bogor, 10-12 November 2016

 

 

National Plant Protection Event (NPV) 2016 merupakan salah satu program kerja divisi Keprofesian, Himpunan Mahasiswa Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, yang rutin diadakan setiap tahunnya. Pada tahun 2015 sempat berganti nama menjadi Fastival Perlindungan Tanaman. Kegiatan ini bertaraf nasional, dengan turut mengundang mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia yang memiliki fakultas pertanian, terkhusus program studi agroteknologi dan/atau hama penyakit tanaman. NPV 2016 ini dihadiri oleh beberapa mahasiswa delegadi yang berasal dari Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Jendral Soedirman, Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Hassanudin, dan tentunya mahasiswa delegasi Institut Pertanian Bogor. Kegiatan ini terdiri dari beberapa rangkaian acara, dimulai dengan welcome dinner yang dilakukan pada hari Rabu, 9 November 2016 untuk menyambut kehadiran mahasiswa delegasi dari berbagai daerah di kampus IPB Dramaga. Keseluruhan acara ini bisa terselenggara juga berkat beberapa pihak yang mensponsori, diantaranya PT. Dharma Guna Wibawa (DGW), PTPN 7, PT. Bayer, Wardah, Enotomology Club dan pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Kamis, 10 November 2016 diisi dengan kompetisi Lomba Cepat Tepat dan Esai. Lomba Cepat Tepat diikuti oleh masing-masing dua tim delegasi asal Universitas Brawijaya dan Institut Pertanian Bogor, serta masing-masing satu tim dari Universitas Gadjah Mada, Univeritas Jendral Soedirman dan Universitas Singaperbangsa Karawang. Lomba Cepat Tepat ini mengangkat tema Bioteknologi. Kompetisi ini dibagi dalam dua sesi, yaitu sesi penyisihan dan sesi final. Pada sesi penyisihan dibagi dalam 3 sesi. Sesi pertama merupakan penyisihan antara Univeritas Brawijaya 1 dan Univeritas Gadjah Mada, yang dimenangi oleh tim Universitas Gadjah Mada. Sesi kedua merupakan penyisihan antara Univeritas Brawijaya 2, Universitas Jendral Soedirman dan Institut Pertanian Bogor 1, sesi ini dimenangkan oleh tim Universitas Brawijaya 2. Sesi ketiga antara Institut Pertanian 2 dan Universitas Singaperbangsa Karawang, dimenangkan oleh tim Institut Pertanian Bogor 2. Pemilihan tim untuk tiap sesi penyisihan ini dilakukan dengan pengundian. Final antara tim Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya 2 dan Institut Pertanian Bogor 2 dimenangkan oleh tim dari Institut Pertanian Bogor 2 sebagai juara pertama, Universitas Brawijaya 2 sebagai juara kedua dan Universitas Gadjah Mada sebagai juara tiga.

Kompetisi esai yang dilakukan bersamaan dengan lomba cepat tepat juga berlangsung secara intens. Peserta berasal dari Universitas Hassanudin, dua orang peserta dari Universitas Brawijaya dan dua orang peserta dari Institut Pertanian Bogor. Kompetisi esai ini juga mengangkat tema tentang biologi sintetis, dimana sebelumnya peserta kompetisi esai ini mengirim esainya melalui email kepada panitia dan peserta terpilih, datang ke kampus IPB Dramaga untuk mempresentasikan esainya dan juga sebagai peserta delegasi dalam rangkaian acara NPV 2016 ini. Kompetisi esai ini dimenangkan oleh peserta dari Universitas Brawijaya sebagai juara satu dan dua, sedangkan juara ketiga diraih oleh peserta dari Universitas Hassanudin.

Kegiatan lain yang termasuk dalam rangkaian acara NPV 2016 ini adalah Expo, Campus and Company Tour, Focus Group Discussion (FGD) dan seminar nasional sebagai acara puncak. Expo tahun ini cukup unik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, karena panitia membuat stand yang terbuat dari bambu-bambu yang disusun menjadi seperti saung, yang sejak hari Kamis hingga Sabtu memamerkan specimen-spesimen dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan proteksi tanaman. Expo ini dapat dikunjungi oleh seluruh civitas IPB yang melalui lokasi didirikannya expo tersebut. Pada expo tersebut juga terdapat stand PT. DGW dan Wardah yang merupakan salah satu sponsor yang membantu terlaksananya kegiatan National Plant Protection Event 2016 ini. Kegiatan Campus and Company Tour dilakukan sejak pagi hari, dimulai dari kunjungan ke Agribussines Development Station (ADS). Para delegasi diberi kesempatan melihat teknik budidaya dan sistem agribisnis yang dijalankan oleh perusahaan tersebut. Setelah itu, dilanjutkan dengan mengelilingi kampus Institut Pertanian Bogor, Dramaga menggunakan mobil listrik dengan pemberhentian terakhir adalah gedung Andi Hakim Nasution yang diisi dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kenang-kenangan antara peserta delegasi dan panitia. Focus Group Discussion dilaksanakan sebanyak dua kali. Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang diskusi para peserta dengan panelis ahli yang disesuaikan dengan tema masing-masing FGD. Kegiatan FGD 1 dilakukan di camping ground Situgede. Malam itu peserta membahas mengenai ‘Dimana Petani Muda?’. Kegiatan ini dihadiri bintang tamu yaitu Akar Bambu, yang dengan lagu-lagunya tambah menghangatkan diskusi malam itu. Kegiatan FGD 2 dilakukan di koridor GKA, Fakultas Pertanian IPB dan mengambil tema kearifan lokal dan hubungannya dengan lingkungan. Panelis yang hadir pada kegiatan FGD ini adalah dosen Departemen Proteksi Tanaman, yaitu Bonjok Istiaji, SP., Dr. Ir. Widodo, MSc. dan Dr. Ir. R Yayi M Kusumah, MSc., dimoderatori oleh pak Wahyono, dan turut diisi oleh tamu undangan para panelis untuk melengkapi sesi diskusi pada kegiatan tersebut.

Seminar nasional NPV 2016 kali ini mengambil tema ”Synthetic Biologi in Integrated Pest Management and Biosafety”. Secara garis besar, seminar ini membahas mengenai perkembangan biologi sintetis dalam bidang perlindungan tanaman dan biosafety. Biologi sintetis merupakan ilmu rekayasa makhluk hidup, seperti bakteri, dengan menambah kemampuan mereka untuk melakukan dan dijadikan sesuatu. Disiplin ilmu yang terkait dengan biologi sintetis ini adalah bioteknologi, biologi evolusi, biologi molekuler, sistem biologi, biofisika, teknik elektro, dan editing gen. Usaha rekayasa genetic melalui biologi sintetis ini dapat menuntun pada hasil-hasil penciptaan tanaman bebas hama dan penyakit, serta pengendalian baru terhadap hama dan penyakit yang berkaitan dengan konsep pengendalian hama terpadu di masa depan. Namun kemajuan ini tentu mengandung resiko, baik terhadap lingkungan ekosistem pertanian maupun terhadap manusia sehingga perlu didakan kajian khusu untuk meningkatkan pengetahuan sebagai usaha biosafety dan kebijaksanaan terhadap penggunaan biologi sintetis kedepannya. Biosafety adalah suatu disiplin dalam penanganan dan sistem kontainmen terhadap mikroorganisme menular dan bahan biologi berbahaya. Biosafety juga dapat diartikan sebagai prinsip penyimpanan, teknologi dan praktek yang dilaksanakan dalam rangka melindungi pekerja laboratorium dari paparan bahan-bahan berbahaya potensial (patogen dan toksin) serta tidak mencemari lingkungan sekitarnya.

Tiga narasumber diskusi panel ini yaitu Prof. Dr. Ir. Sri Hendrastuti Hidayat, MSc. (Profesor Departemen Proteksi Tanaman bidang Fitopatologi dan Bioteknologi), Dr. Ir. I Made Samudra, MSc (Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Tanaman), dan Suyono, S.Si (Kepala Sub Bidang Keamanan Hayati Nabati Ekspor). Materi yang dipaparkan meliputi pemanfaatan bioteknologi dalam bidang pertanian, karantina tumbuhan sebagai salah satu bentuk biosafety dan perkembangan biologi sintetis di dunia.

Pengembangan mengenai biologi sintetis di masa depan diharapkan dapat menciptakan tanaman yang dapat meproduksi senyawa antikanker, tanaman yang tahan kekeringan dan tanaman yang efisien dalam penyerapan hara (pupuk). Biologi sintetis sendiri didukung oleh beberapa bidang ilmu, salah satunya adalah bioteknologi. Dalam hal ini, bioteknologi merupakan teknik untuk melakukan modifikasi asam nukleat secara in vitro, meliputi rekombinan DNA, dan fusi sel. Teknologi ini juga dapat mengatasi pemuliaan tradisional dalam hal mencari dan menyeleksi sifat-sifat yang diinginkan. Salah satu teknologi pertama yang muncul seiring dengan perkembangan biologi sintetis adalah CRISPR (Clustered Regularly Iterspaced Short Palindromic Repeats) yang dapat memodifikasi area target yang spesifik dalam genom sel dan organisme dengan pendekatan berdasarkan pada pengenalan DNA-protein.

Di sisi lain, keamanan bioteknologi modern telah berdampak terhadap munculnya teknologi rekayasa genetik. Kehadiran Produk Rekayasa Genetik (PRG) dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan makhluk hidup dan lingkungan. Beberapa resiko yang dianggap dapat mengancam adalah penyisipan gen sintetis dan produk gen baru yang berevolusi dapat menjadi racun atau imunogenik untuk manusia dan hewan. Pada dasarnya, Indonesia dapat menerima kehadiran produk-produk rekayasa genetika dengan prinsip kehati-hatian. Pengawasan terhadap produk-produk rekayasa ini merupakan salah satu tugas dari pusat karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati yang ada di Indonesia, yang tentunya merupakan salah satu bentuk upaya yang mendukung biosafety.

img_7712img_7789

Suasana pada saat welcome dinner NPV 2016

Suasana pada saat welcome dinner NPV 2016

 

PRESS RELEASE MALAM APRESIASI DAN ULANGTAHUN HIMASITA KE-41

BOGOR, 29 Oktober 2016

Sebagai penghargaan terhadap mahasiswa yang berprestasi di lingkup departemen Proteksi Tanaman, pada tahun ini Himpunan Mahasiswa Proteksi Tanaman (HIMASITA) kembali menggelar kegiatan Malam Apresiasi yang dilaksanakan oleh divisi Akpres dan Eksfokustik. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kegiatan Malam Apresiasi yang kali ini diketuai oleh Ulfa Rafidatillah mengadakan pula kegiatan untuk memperingati hari jadi HIMASITA yang ke 41 tahun. Mahasiswa departemen Proteksi Tanaman yang hadir mencapai 200 mahasiswa. Kegiatan peringatan ulangtahun HIMASITA ini merupakan kali pertama diselenggarakan.

Apresiasi diberikan kepada mahasiswa yang memiliki prestasi di bidang akademik dan non akademik. Prestasi di bidang akademik dikategorikan menjadi mahasiswa dengan IPK tertinggi (angkatan 50, 51, dan 52) serta lonjakan IP tertinggi (angkatan 50 dan 51).  Apresiasi untuk bidang non akademik diberikan pula kepada 30 orang mahasiswa departemen Proteksi Tanaman dimulai dari angkatan 49 hingga 52. Penghargaan di bidang akademik diberikan kepada:

IPK Tertinggi:

Peraih IPK tertinggi, Yanti (atas) dan Milad (bawah)

Peraih IPK tertinggi, Yanti (atas) dan Milad (bawah)

  1. Sri Hidayanti
  2. Milad Rahmatillah
  3. Anisa Nurhidayah

Lonjakan IP Tertinggi

  1. Yasmin Amelia
  2. M Faizal Ridwan

Tak ketinggalan seru, kegiatan ini pula diramaikan oleh Akar Bambu, serta penampilan dari angkatan 50, 51, dan 52. Sebagai puncak perayaan Ulangtahun HIMASITA ke-41, dilakukan pemotongan tumpeng oleh ketua dan wakil ketua HIMASITA (Alip Pandu dan Sefin Mei) dan penembakkan confetti. Kebersamaan makin terasa hingga seluruh mahasiswa dan dosen yang ikut meramaikan kegiatan ini makan tumpeng bersama-sama.

Materi dari Pak Gus Amin

Materi dari Pak Gus Amin

1480863543154

Vokalis Akar Bambu dan Pak Bonjok

 

 

 

 

 

1480863572828

Potong Tumpeng HIMASITA

 

1480862184688

Makan Tumpeng Bersama

 

 

 

 

 

 

 

Malam Apresiasi dan Ulangtahun HIMASITA

1480862171953

Keluarga Baru 52

 

 

 

 

 

 

 

Sampai ketemu di perayaan ulangtahun HIMASITA selanjutnya!

Proteksi Tanaman! Gregarious Grow and Goal!

 

PRESS RELEASE INSECTARIA 2016

indexSabtu, 23 April 2016 menjadi hari pembukaan kegiatan Insetaria 2016. Bertempat di Villa Green Pakis Gunung Bunder, acara dibuka dengan pelepasan serangga oleh Bapak Ir. Bonjok Istiaji, M.Si di depan para peserta. Kegiatan yang diketuai oleh Dani Aldinas dari Proteksi Tanaman  51 ini berlangsung selama dua hari, yakni 23-24 April 2016. Insectaria 2016 terdiri dari kegiatan field trip serta pelatihan bagi mahasiswa Proteksi Tanaman angkatan 52 dan termasuk dalam  praktikum mata  kuliah Entomologi Umum.

Hari pertama diisi dengan berbagai kegiatan. Sebelum menuju acara inti, para peserta diajak oleh panitia melakukan beberapa games. Permaianan pertama adalah ranjau kekompakan, selama permainan tersebut para peserta diminta untuk memberikan kode kepada teman sekelompoknya untuk melewati lintasan yang terbagi menjadi beberapa kotak. Gerimis yang sudah  mulai turun pada siang itu nampaknya tidak mengurangi antusiasme para peserta untuk mengikuti permainan. Permaianan kedua adalah puzzle insect. Selain menuntut kekompakan, permainan tersebut juga menguji pengetahuan para peserta tentang ordo dan famili serangga.

Setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan demo trap. Baru beberapa menit dimulai, cuaca yang tidak mendukung karena hujan turun begitu lebat akhirnya memaksa kegiatan demo trap untuk dihentikan. Sebagai gantinya, dilakukan  pemberian materi dari kakak kelas kepada para peserta pada malam harinya yang bertempat di aula Villa Green Pakis. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan pencarian serangga malam pada pukul 21.30. Meski hanya mencari di sekitar halaman villa dan dengan bantuan lampu senter para peserta sangat bersemangat untuk mencari serangga. Waktu yang sudah larut juga membuat kegiatan ini hanya berlangsung sebentar kemudian malam itu ditutup dengan penyalaan api unggun. Pukul 22.30 para peserta sudah memasuki barak asing-masing untuk beristirahat setelah melakukan berbagai kegiatan pada hari itu,index2

Rangkaian acara pada hari Minggu dibuka dengan kegiatan senam pagi. Saat itu semua peserta memenuhi halaman Villa Green Pakis. Kegiatan selanjutnya yaitu penarian serangga pagi. Pukul 07.00 para peserta didampingi panitia serta kakak kelas dan asprak menuju lapangan villa untuk menangkap serangga. Kali ini lengkap dengan jaring dan alat-alat menangkap serangga, para perserta menyebar ke segala penjuru lapangan villa. Pukul 09.00 para peserta sudah berhasil memenuhi plastik dan botol dengan serangga, kegiatan dilanjutkan dengan istirahat dan merapihkan barang-barang.

Acara dilanjutkan kembali mulai pukul 11.00 dengan pemberian materi tentang Himasita dan club-club yang ada di Departemen Proteksi Tanaman. Materi diberikan oleh perwakilan dari setiap divisi Himasita serta club. Kegiatan Insecatria 2016 hari itu kemudian ditutup dengan upacara penutupan pada pukul 14.00.

Akademisi: Pertanian Indonesia Sarat Unsur Budaya

Foto bersama

“Membicarakan aktivitas pertanian sesungguhnya hal yang tidak terpisahkan dari kebudayaan.”

 

Itulah Statement dari Dr. Ir. Suryo Wiyono, MSc.Agr. selaku Kepala Departemen Proteksi Tanaman yang juga merupakan salah satu pembicara dalam acara Kajian Keprofesian I. Acara yang berlangsung pada Rabu (23/3) merupakan salah satu dari serangkaian acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor (Himasita IPB) Divisi Keprofesian yang mengambil tema “Akademisi: Pertanian Indonesia Sarat Unsur Budaya.”

Kajian keprofesian merupakan acara yang rutin diadakan oleh HIMASITA di bawah divisi keprofesian. Acara ini diadakan dengan tujuan menambah wawasan dari mahasiswa khususnya Proteksi Tanaman tentang pertanian secara luas. Kajian keprofesian ini selalu mengundang tokoh atau orang yang ahli dan kompeten di bidangnya. Kali ini kajian keprofesian menghadirkan Mohamad Sobary seorang budayawan. Selain itu juga dihadiri oleh kepala Departemen Proteksi Tanaman, Dr. Ir. Suryo Wiyono, MSC.Agr. dan beberapa dosen, seperti Bonjok Istiaji, SP.MSi., Dr. Ir. Widodo, MS., Dr. R. Yayi Munara Kusumah, MSi., Dr. Ir Ruly Anwar, MSi., dan Prof. Dr. Damayanti Buchori, MSc. Acara diselenggarakan outdour di Gedung Kuliah A (GKA) Fakultas Pertanian. Acara tersebut juga dihadiri lebih dari 100 orang civitas IPB, terkhususnya mahasiswa Fakultas Pertanian.

Materi yang disuguhkan oleh pembicara ternyata sangat menggugah pemikiran peserta hingga dapat memahami betapa pentingnya pertanian sebagai sarat unsur suatu kebudayaan. Aktivitas pertanian sesungguhnya sangat erat dengan kegiatan budaya. Unsur kebudayaan inilah yang kemudian menempatkan pertanian Indonesia sebagai kekuatan sekaligus pembeda dengan negara lain.

Dr. Ir. Suryo Wiyono, MSc.Agr. mengatakan bahwa kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan penting dilakukan bagi civitas akademika mengingat pentingnya pertanian yang tidak lepas dari kebudayaan. Dengan munculnya hal tersebut diharapkan kepeduliaan terhadap pembangunan pertanian kembali muncul.

Lantas bagaimana agar pembangunan pertanian menjadi lebih baik? Melihat hal tersebut  Mohamad Sobary selaku seorang budayawan mengatakan bahwa saat ini Indonesia tengah dihadapkan pada persoalan dimana penguasaan kapital yang tersentral pada sekelompok pihak dan kebijakan terstruktur terhadap kaum tani melemah. Untuk itu Sobari mengajak Akademisi dan Mahasiswa sama-sama bertanggungjawab terhadap hal ini. “Jangan sampai melayani tuntutan akademik semata tetapi juga ilmu yang dimiliki harus diarahkan untuk menuju kemaslahan.” Ujarnya.

Pemaparan oleh Bapak Mohammad Sobary

Older posts

© 2017 HIMASITA IPB

Theme by Anders NorenUp ↑